Aparat yang Viral Tuding Kakek Penjual Es Jadul Berbahan Spons Minta Maaf

Kabar Nasional

Aparat yang Viral Tuding Kakek Penjual Es Jadul Berbahan Spons Minta Maaf

Wildan Noviansah - detikJatim
Selasa, 27 Jan 2026 15:22 WIB
Aparat TNI dan Polri meminta maaf soal es kue jadul yang sempat viral di medsos.
Foto: Aparat TNI dan Polri meminta maaf soal es kue jadul yang sempat viral di medsos. (dok. Polres Jakpus)
Surabaya -

Aparat TNI dan Polri yang sempat mengamankan penjual es kue jadul lantaran dicurigai mengandung bahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), meminta maaf. Aparat berdalih hal itu semata-mata untuk memastikan keamanan masyarakat.

Permintaan maaf itu disampaikan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam. Turut mendampingi, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar, Babinsa Kelurahan Utan Panjang bernama Heri, pelapor yaitu Ketua RW 05 Kelurahan Utan Panjang, Ketua RT 10 RW 05.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikhwan menyampaikan tindakan keduanya itu sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya di lingkungan mereka, dalam hak ini pihak RW 05 Kelurahan Rawa Panjang. Hal itu juga untuk memastikan agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Mereka meminta maaf lantaran telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor. Ikhwan pun menyampaikan permintaan maaf dan menyampaikan tidak bermaksud mencemarkan nama baik pedagang bernama Sudrajat itu.

"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," kata dia.

Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi keduanya. Ikhwan memastikan ke depan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga," imbuhnya.

Hasil Uji Labfor

Pihak kepolisian telah menyelidiki terkait viral penemuan es kue jadul yang diduga berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Hasil laboratorium forensik (labfor) menyampaikan bahwa tidak ada bahan berbahaya pada makanan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dipastikan aman dan laik dikonsumsi.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya. Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji," Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangannya, Minggu (25/1).

Tim penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Roby memastikan tidak ada penggunaan spons pada es tersebut seperti yang dinarasikan di media sosial.

"Hasilnya tetap konsisten tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial," ujarnya.

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, pedagang bernama Sudrajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Kota Depok. Polisi juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan.

Sebelumnys, sebuah video yang menampilkan dua oknum aparat dari Polri dan TNI menjelaskan es kue jadul diduga berisikan spons viral di media sosial. Pasalnya tudingan kedua aparat yang menyebut es berbahan spon ternyata tak terbukti.

Dalam video tampak dua aparat oknum TNI dan Polri menjelaskan menjelaskan penemuan es jadul berbahan spons di depan kakek penjual yang tampak diam saja di samping kedua aparat.

Kedua aparat tersebut lantas membuktikan bahwa es berbahan spons dengan membakar dan memeras es kue. Hal itu dilakukan untuk membuktikan bahwa bahas es terbuat dari spons.

Harap hati-hati bagi orang tua, karena ini sudah direkayasa dengan bahan bukan kue lagi atau pudding tapi bahan spons ya pak Babinsa. Nah ini bisa dilihat ini bahannya spons," ujar aparat yang berkaus Polri seperti dilihat, Sabtu (26/1/2026).

"Makan nih, habisin, yang modar biar kamu jangan anak-anak ya," ujar aparat berseragam TNI sambil menyodorkan es jadul ke mulut kakek penjual es jadul.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Klik di sini.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads