Aksi heroik seorang dokter perempuan yang membantu persalinan penumpangnya saat menjadi pengemudi taksi online di Surabaya mendadak viral. Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/1/2026) malam di tengah hujan deras.
Dokter tersebut adalah Rosa, dokter umum asal Kediri yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) penyakit dalam di Universitas Airlangga (Unair). Saat kejadian, Rosa sedang mengantar seorang penumpang perempuan bernama Sirka yang mendadak melahirkan di dalam mobilnya.
Malam itu, Rosa menjemput Sirka beserta keluarganya dari kawasan Tambaksari menuju ke Asemrowo yang diketahui merupakan rumah mertua Sirka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisinya hujan deres pas aku jemput rombongan keluarga mbaknya ini, ibunya gendong anak pertamanya (Sirka), masih balita. Mbak Sirka-nya juga kecil perutnya, kayak hamil lima bulan. Nggak ketok gede (kelihatan besar)," cerita Rosa kepada detikJatim, Jumat (30/1/2026).
Rosa dan Sirka saling melempar tanya jawab soal kondisi kehamilan. Ternyata Sirka tidak mengetahui pasti usia kehamilannya. Ia mengira kehamilannya baru berjalan sekitar lima hingga enam bulan karena perutnya tidak tampak besar dan pemeriksaan rutin pun jarang dilakukan.
Sepanjang perjalanan, Sirka tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Ia tidak mengeluh nyeri atau kontraksi. Kondisinya tampak biasa saja hingga mendekati lokasi tujuan.
Namun, situasi berubah ketika mobil tiba di rumah mertua Sirka. Ia mulai gelisah dan mengeluh tidak nyaman. Dari situlah Rosa mulai menyadari kondisi penumpangnya tidak lagi normal.
Saat keluarga Sirka turun lebih dulu dari mobil, Rosa dan Sirka tertinggal berdua di dalam kendaraan. Di momen itu, Sirka menyampaikan keluhannya dan merasakan bahwa sebentar lagi akan melahirkan.
Rosa sempat terkejut dan memastikan ulang kondisi penumpangnya. Ia mengaku tidak langsung percaya.
"Saya bilang 'sing nggenah (yang benar) mbak'?" tanyanya kepada Sirka.
Rosa sempat berniat memutar balik untuk mencari klinik terdekat. Namun setelah memeriksa perut Sirka, ia menyadari bahwa kontraksi sudah sangat kuat. Datang setiap satu hingga dua menit. Benar adanya dan tak lama berselang, ketuban pecah di dalam mobil.
Hujan masih turun deras saat Rosa berdiri di luar kendaraan membantu persalinan Sirka. Ia hanya mengandalkan kompetensi dasar kegawatdaruratan yang dimiliki sebagai dokter. Mengingat ia merupakan seorang dokter umum yang jarang menangani kasus persalinan.
Singkat cerita, rambut bayi mulai terlihat. Sirka mengejan. Rosa membantu proses kelahiran bayi itu secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Dimulai dari bahu, lengan, hingga bayi lahir sepenuhnya.
Bayi laki-laki itu lahir dalam kondisi baik dengan berat badan 2,7 kilogram. Rosa kemudian segera mendekapkan bayi tersebut ke ibunya. Ia melipat kain dari daster Sirka untuk membantu menghangatkan bayi. Setelah kondisi lebih stabil, Rosa kembali ke kursi pengemudi dan mengantar sang ibu dan bayinya ke bidan terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Diketahui, Rosa memang menjalani aktivitas sebagai pengemudi taksi online sejak Oktober 2025 untuk mengisi waktu luang di sela pendidikan.
"Pendidikan ku sudah selesai, KRS sudah tuntas, tinggal penelitian. Jadi aku isi waktu luang dengan jadi driver taksi online. Bisa jadi penghiburan sekaligus nambah penghasilan," ujarnya.
Peristiwa tersebut ternyata mendapat apresiasi dan perhatian luas. Lingkungan Fakultas Kedokteran Unair dan rumah sakit pendidikan memantau serta memastikan proses pendidikan Rosa tetap berjalan baik. Rosa juga mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan yang mengundangnya dalam agenda resmi beberapa hari setelah kejadian.
Bagi Rosa, setiap perjalanan yang dijalaninya sebagai pengemudi taksi online selalu meninggalkan kesan dan perenungan yang berbeda. Namun pengalaman membantu persalinan penumpang di dalam mobil menjadi momen yang paling membekas. Sebab ia merasa melihat langsung kuasa Tuhan bekerja dalam peristiwa tersebut.
"Kenapa aku ditempatkan di situ, di waktu itu, kenapa lahirannya lancar dan kenapa pasca melahirkannya semuanya oke (keadannya), kenapa feedback-nya bagus, itu semua jadi penyemangat hidupku di tengah segala permasalahan yang kualami," pungkas Rosa.
(auh/hil)
