BMKG Ungkap 7 Sesar Aktif di Jatim yang Berpotensi Picu Gempa

BMKG Ungkap 7 Sesar Aktif di Jatim yang Berpotensi Picu Gempa

Anastasia Trifena - detikJatim
Jumat, 30 Jan 2026 18:30 WIB
Sesar aktif di Jatim
Sesar aktif di Jatim (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Provinsi Jawa Timur termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan gempa tektonik cukup tinggi. Selain dipengaruhi oleh zona subduksi di selatan Pulau Jawa, wilayah ini juga dilintasi sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan terdapat tujuh sesar aktif di Jawa Timur. Sesar itu meliputi Sesar Naik Pati, Sesar Kendeng, Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, Sesar Wongsorejo, Sesar RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala), serta Sesar Bawean.

"Sesar Kendeng itu terdiri dari beberapa segmen, di antaranya segmen Cepu, Blumbang, Waru, Surabaya, hingga Purwodadi," ujar Daryono kepada detikJatim, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah segmen Sesar Kendeng tercatat memiliki potensi gempa cukup signifikan. Menghimpun data dari Pusat Studi Gempa (Pusgen), Sesar Cepu dengan panjang sekitar 100 kilometer berpotensi memicu gempa hingga 6,5 M. Sementara Sesar Blumbang memiliki panjang 31 kilometer dengan potensi gempa maksimum 6,6 M, serta Sesar Waru sepanjang 64 kilometer dengan potensi gempa hingga 6,5 M.

Selain itu, Sesar Surabaya yang juga merupakan bagian dari Sesar Kendeng memiliki panjang sekitar 25 kilometer dengan potensi gempa maksimum 6,5 M.

ADVERTISEMENT

Menyusul, Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, dan Sesar Wongsorejo turut masuk dalam daftar sesar aktif yang perlu diwaspadai di Jawa Timur.

Namun, potensi maksimum tersebut merupakan skenario terburuk yang dapat terjadi. Dalam praktiknya, Daryono menegaskan gempa yang dipicu aktivitas sesar-sesar tersebut umumnya berkekuatan kecil hingga menengah.

"Tidak ada yang lebih menonjol. Rata-rata gempa yang dihasilkan magnitudonya di bawah 5," jelasnya.

Gempa akibat aktivitas sesar aktif umumnya bersifat dangkal sehingga guncangannya dapat terasa kuat di wilayah sekitar pusat gempa. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan sesar aktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan membangun rumah sesuai standar bangunan tahan gempa, mengenali jalur evakuasi, serta memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. "Yang paling penting, tahu cara selamat saat terjadi gempa," pungkas Daryono.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads