Angin-Banjir Landa Kota Probolinggo, Puluhan Rumah Terdampak

Angin-Banjir Landa Kota Probolinggo, Puluhan Rumah Terdampak

Ainur Rofiq - detikJatim
Jumat, 30 Jan 2026 23:56 WIB
Angin dan banjir terjang di 5 kecamatan Kota Probolinggo
Angin dan banjir terjang di 5 kecamatan Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo, Jumat sore (30/1/2026). Cuaca ekstrem tersebut melanda 5 kecamatan.

Cuaca ekstrem tersebut membuat warga panik setelah sejumlah atap rumah rusak dan puluhan pohon tumbang di lima kecamatan di Kota Probolinggo serta beberapa titik di Kabupaten Probolinggo.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama hampir dua jam juga menyebabkan banjir di sejumlah permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga Jumat malam, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat bencana alam tersebut.

Peristiwa angin kencang ini sempat terekam dalam video amatir warga saat angin menerjang permukiman di Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman tersebut, warga tampak panik dan berteriak ketakutan ketika angin datang secara tiba-tiba pada Jumat sore.

Akibat angin kencang, sejumlah genting dan atap rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, angin juga menumbangkan puluhan pohon di lima kecamatan di Kota Probolinggo dan beberapa pohon di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, hujan deras yang melanda wilayah barat Probolinggo menyebabkan rumah warga di Dusun Bibis, Kecamatan Sumberasih, terendam banjir akibat luapan Sungai Bayeman yang tidak mampu menampung tingginya debit air.

Banyaknya pohon tumbang yang melintang di jalan sempat mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Namun, kondisi kembali normal setelah petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri melakukan pemotongan serta pembersihan pohon tumbang.

Dwi Ari Yuli, warga Dusun Bibis, mengaku sempat panik saat air mulai meninggi bersamaan dengan datangnya angin kencang.

"Waktu itu sempat panik karena air tambah besar. Kami langsung mengamankan barang-barang penting seperti berkas, kasur, dan kendaraan ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Hal senada disampaikan Aminah, warga Desa Lemah Kembar. Ia mengatakan warga langsung keluar rumah karena takut kejadian serupa banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Angin datang tiba-tiba bersamaan dengan air, semua warga panik dan sudah menyiapkan baju serta surat-surat penting," katanya.

Akibat kejadian ini, warga terlihat menyelamatkan harta benda dan perabot rumah tangga. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari banjir susulan.

Hingga saat ini, BPBD setempat masih melakukan pembersihan material sisa bencana serta asesmen terhadap warga terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga mengalami kerugian material akibat rusaknya rumah dan fasilitas umum.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads