Mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di Selat Bali. Mayat dengan kondisi mengenaskan tanpa kepala, serta kedua tangan dan telapak kaki sudah terlepas itu diduga merupakan korban KMP Tunu Pratama Jaya.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo menjelaskan penemuan itu terjadi sekitar pukul 07.15 Wita. Saat itu personel tengah melaksanakan patroli laut rutin di sekitar perairan Selat Bali.
"Betul (penemuan jenazah), saya bersama anggota saat patroli monitor kegiatan pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya menemukan mayat yang terapung," ungkap Yuli dilansir dari detikBali, Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi bagian tubuh tidak lengkap. Korban ditemukan tanpa kepala, kedua tangan terlepas, serta telapak kakinya juga sudah hilang.
"Ciri-ciri sementara, korban mengenakan celana berwarna biru dongker. Namun, untuk identitas detailnya belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen apa pun di lokasi," tambahnya.
Setelah penemuan tersebut, pihak Posal Gilimanuk langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Jembrana. Proses evakuasi dilakukan menggunakan rubber boat milik Angkatan Laut (AL).
Sekitar pukul 07.52 Wita, jenazah berhasil dibawa mendarat di Pantai Cemara, tepat di depan kantor Pos Polairud Gilimanuk. Namun, karena titik koordinat penemuan masuk dalam wilayah hukum Jawa Timur, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Polres Banyuwangi.
"Diduga korban KMP Tunu dan penemuan di wilayah hukum Banyuwangi. Jenazah langsung kami serah terimakan ke pihak sana untuk proses identifikasi lebih lanjut (Inafis)," tandas Yuli.
Artikel ini sudah tayang di detikBali, baca selengkapnya di sini.
(ihc/dpe)