Bacaan Istigfar dan Zikir untuk Malam Nisfu Syaban

Bacaan Istigfar dan Zikir untuk Malam Nisfu Syaban

Jihan Navira - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 12:30 WIB
Ilustrasi berzikir di malam Nisfu Syakban.
Ilustrasi berzikir di malam Nisfu Syakban. Foto: Freepik
Surabaya -

Malam Nisfu Syaban adalah malam yang istimewa karena di dalamnya penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, banyak umat Islam menantikannya sebagai salah satu momen untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan cara berzikir.

Melansir laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Online, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah menetapkan awal Syakban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa 20 Januari 2026. Sehingga malam Nisfu Syakban bertepatan Selasa 2 Februari 2026 setelah magrib.

Apa Itu Zikir Nisfu Syaban?

Sebagai malam yang penuh keberkahan, malam Nisfu Syaban menjadi momen yang tepat untuk berdoa, memohon ampun atas segala dosa, serta memohon keberkahan dalam hidup melalui amalan-amalan, salah satunya adalah berzikir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir laman resmi Baznas, zikir Nisfu Syaban adalah amalan zikir yang dilakukan pada malam Nisfu Syakban. Oleh karena itu, umat Islam banyak menghabiskan waktu dengan berdoa, bertafakur, dan memperbanyak bacaan zikir.

Bacaan Zikir dan Istigfar Malam Nisfu Syakban

Melansir Kalender Harian Ibadah Sunnah oleh Mujahidin Nur, buku "Ngaji Kuping" karya Casudi dan buku "Keagungan Rajab & Sya'ban" karya Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobar, berikut bacaan istigfar dan zikir untuk dibaca pada malam Nisfu Syakban.

ADVERTISEMENT

1. Istigfar Nisfu Syaban

Istigfar Nisfu Syaban versi pertama ini merupakan bacaan istigfar singkat yang cukup mudah dilafalkan, dan dapat diamalkan sebanyak 70 kali dengan lafaz sebagai berikut.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Arab latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah.

Artinya: Hamba memohon ampun kepada Allah dan hamba meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.

2. Zikir Nisfu Syakban

Zikir Nisfu Syakban berikut ini dapat diamalkan sebanyak 70 kali. Amalan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk ibadah pada malam Nisfu Syakban.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Arab latin: La ilaha illallahu wala na'budu illa iyyahu mukhlishina lahuddina walau karihal musyrikun

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.

Tata Cara Melakukan Zikir Nisfu Syakban

Zikir pada malam Nisfu Syakban bukan hanya sekadar mengucapkan kalimat-kalimat zikir, melainkan terdapat beberapa tata cara yang disarankan untuk dilakukan agar amalan lebih diterima dan penuh dengan keberkahan. Berikut tata cara berzikir saat malam Nisfu Syakban.

1. Mandi Sunah

Beberapa ulama menganjurkan mandi sunah pada malam Nisfu Syakban, sebagai tanda persiapan untuk menyambut malam penuh berkah ini. Mandi ini dilakukan agar tubuh dalam keadaan bersih ketika berzikir dan berdoa kepada Allah.

2. Salat Malam

Meskipun tidak ada salat khusus yang wajib dilakukan pada malam Nisfu Syakban, disunahkan untuk mengerjakan salat malam untuk menunjukkan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Memperbanyak Zikir

Pada malam ini, hendaknya memperbanyak bacaan zikir, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar. Selain itu, juga sangat dianjurkan membaca doa-doa khusus pada malam Nisfu Syakban, memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.

4. Doa dan Permohonan Ampunan

Pada malam Nisfu Syakban, memperbanyak doa dan permohonan ampunan juga menjadi salah satu amalan penting untuk memohon kepada Allah agar dosa-dosa diampuni dan hidup diberkahi.

5. Bertafakur dan Bermuhasabah

Dengan hati yang bersih dan penuh penyesalan, muslim berharap ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, selain berzikir, malam Nisfu Syakban juga menjadi waktu yang baik untuk merenung dan bermuhasabah, introspeksi diri atas segala amal perbuatan yang telah dilakukan.

Cara Khusyuk Zikir Malam Nisfu Syakban

Ada sejumlah tips yang dapat diikuti umat Islam untuk meningkatkan kekhusyukan dalam berzikir pada malam Nisfu Syakban. Panduan ini diharapkan membantu ibadah menjadi lebih fokus, tenang, dan penuh penghayatan menjelang datangnya bulan Ramadan.

  • Pastikan dalam keadaan suci dengan berwudu sebelum memulai doa dan zikir malam Nisfu Syakban.
  • Waktu yang paling utama untuk doa dan zikir malam Nisfu Syakban adalah setelah isya hingga menjelang subuh.
  • Awali dengan niat yang tulus dan ikhlas sebelum zikir malam Nisfu Sya'ban.
  • Agar lebih bermakna, bacalah doa dan zikir malam Nisfu Syakban dengan perlahan dan penuh penghayatan.
  • Yakinlah bahwa Allah SWT akan mengabulkan setiap doa dan zikir malam Nisfu Sya'ban yang dipanjatkan.

Mengapa Malam Nisfu Syakban Harus Memperbanyak Zikir?

Berzikir dapat dilakukan kapan saja sebagai bentuk permohonan ampunan seorang hamba kepada Tuhannya, karena sejatinya manusia tidak luput dari dosa. Akan tetapi, memperbanyak zikir pada malam Nisfu Syakban memiliki keutamaan tersendiri.

Buku "Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan" karya Abu Maryam Kautsar Amru menjelaskan sebuah hadis berderajat hasan yang menyebutkan keutamaan Nisfu Syakban. Dalam hadis tersebut disebutkan pada malam itu Allah SWT melihat hamba-hamba-Nya dan memberikan pengampunan kepada seluruh makhluk-Nya.

عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن . رواه ابن ماجه ) 1390)

Artinya: Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syakban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan. (HR Ibnu Majah hadis no 1390, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Musa Al-Asy'ari RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Nisfu Syakban adalah malam di mana Allah SWT memberikan pengampunan kepada seluruh hamba-Nya kecuali orang-orang yang berbuat syirik dan munafik.

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق

Artinya: Dari Abu Musa Al-asy'ari RA dari Rasulullah SAW, beliau berkata: Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hambaNya di malam Nisfu Syakban maka Allah SWT mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang munafik.

Begitu pula dalam hadis yang diriwayatkan al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi, dari Utsman bin Abi al-'Ash, Rasulullah SAW menyampaikan di malam Nisfu Syakban, Allah SWT mengampuni hamba-Nya yang meminta ampunan. Syaikh al-Munawi berpendapat bahwa hadis ini diriwayatkan perawi yang terpercaya.

قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَدْنُوْ مِنْ خَلْقِهِ فَيَغْفِرُ لِمَنِ اسْتَغْفَرَ إِلَّا الْبَغِيَّ بِفَرْجِهَا وَالْعَشَارَ (رواه الطبراني في الكبير وابن عدي عن عثمان بن أبي العاص وقال الشيخ المناوي ورجاله ثقات اهـ التيسير بشرح الجامع الصغير 551/1)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya (rahmat) Allah SWT mendekat kepada hambanya (di malam Nisfu Syakban), maka mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali pelacur dan penarik pajak. (HR al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi dari Utsman bin Abi al-'Ash. Syaikh al-Munawi berkata: Perawinya terpercaya. Baca Syarah al-Jami' ash-Shaghir 1/551)

Keistimewaan Malam Nisfu Syakban

Malam Nisfu Syakban yang dipahami memiliki sejumlah keutamaan menjadi alasan di balik dianjurkannya umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah termasuk berzikir pada malam ini. Ada pun beberapa keistimewaan malam Nisfu Syakban sebagai berikut.

1. Malam Diangkatnya Amalan Manusia

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam buku 32 Faidah Seputar Bulan Syakban menjelaskan bahwa malam Nisfu Syakban menjadi waktu amalan manusia dilaporkan kepada Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, puasa, serta berbagai amal kebajikan sebagai bentuk pendekatan diri.

2. Meraih Ampunan Allah SWT

Malam Nisfu Syaban juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT. Malam ini mendorong umat Islam memperbanyak istigfar dan bertobat dengan sungguh-sungguh.

Dalam buku "Kumpulan Artikel Syakban dan Ramadhan" karya Ammi Nur Baits, sejumlah riwayat menyebut bahwa Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Begitu pula dalam hadis riwayat At-Turmudzi sebagai berikut.

تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُنَزِّلُ لَيْلَةَ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرِ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبِ

Artinya: Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu? (maksudnya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka Anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu Syakban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb. (HR. At-Turmudzi)




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads