Usia senja tak memadamkan semangat para tukang becak di Lamongan untuk terus bekerja demi keluarga. Kini, harapan baru datang lewat bantuan becak listrik Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) kepada tukang becak lanjut usia di Lamongan.
Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (3/2/2026). Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan pekerja sektor informal, khususnya tukang becak.
Fasilitas ini merupakan bantuan langsung dari dana pribadi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang juga merupakan aktualisasi dalam menggencarkan program modernisasi transportasi rakyat yang masih menggantungkan hidup dari kayuhan roda becak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen (Purn) Firman Dahlan dalam sambutannya mengatakan, becak listrik dihadirkan untuk meringankan beban kerja tukang becak lansia yang selama ini mengandalkan tenaga fisik.
"Banyak di antara mereka berusia di atas 60 tahun, bahkan ada yang 70-an, tapi masih harus bekerja. Dengan becak listrik ini, kami berharap mereka bisa tetap mencari nafkah dengan beban yang lebih ringan dan lebih manusiawi," kata Firman dalam sambutannya saat si pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (3/2/2026).
Selain mengurangi kelelahan fisik, becak listrik juga dinilai lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan. Firman menyebut, tukang becak bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga bagian dari wajah kota dan sektor pariwisata daerah.
Lamongan sendiri menjadi salah satu daerah penerima bantuan dengan total 200 unit dari 10 ribu becak listrik yang disalurkan Yayasan GSN di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut hangat bantuan tersebut. Ia menilai becak listrik menjadi solusi nyata bagi tukang becak lansia yang tetap ingin produktif di usia lanjut.
"Kita punya tukang becak yang usianya 60 sampai 75 tahun dan sampai hari ini masih bekerja. Program ini memang menyentuh langsung kebutuhan mereka," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini.
Menurut Pak Yes, becak listrik menawarkan kenyamanan yang jauh lebih baik dibandingkan becak konvensional.
"Rasanya anteng, nyaman, seperti mobil listrik. Ini tentu sangat membantu para bapak-bapak tukang becak agar tidak terlalu terkuras tenaganya," katanya.
Pemkab Lamongan juga menyiapkan fasilitas pendukung agar becak listrik bisa digunakan secara optimal. Sejumlah titik pengisian daya telah disediakan di lokasi-lokasi strategis seperti lingkungan Pemkab, Alun-alun Lamongan, RS Muhammadiyah, dan Terminal.
"Dengan dukungan ini, kami berharap para tukang becak bisa tetap produktif, tetap mandiri, dan kualitas hidupnya meningkat meski sudah lanjut usia," tutup Pak Yes.
(auh/abq)