Sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan dugaan penculikan seorang pria asal Sidoarjo di kawasan Pasar Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang beredar viral di media sosial. Namun uapaya penculikan tersebut berhasil digagalkan oleh warga sekitar.
Dalam video yang beredar tampak sebuah mobil memasuki jalan yang cukup sempit yang disebut berada di kawasan Pasar Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang. Warga di sekitar pasar yang mendengar teriakan menyelamatkan diduga diculik dan dianiaya di dalam mobil itu.
"Warga dan Pedagang Pasar Tapen Gagalkan Insiden Penculikan," demikian keterangan dalam video.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa pria yang diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan itu bernama Daniriansyah warga Buduran, Sidoarjo. Beruntung pria itu memberanikan diri meminta tolong saat mobil itu sedang melintas di jalanan pasar yang sempit.
Masih dalam video tersebut, ketika mobil itu melintas di gang yang cukup sempit, pengendar seperti sedang terjebak dengan memaju-mundurkan mobil. Lala sejumlah warga di sekitar yang tampak berupaya mengintip apa yang ada di balik kaca. Saat itu diduga Daniriansyah berteriak-teriak.
Mobil yang maju mundur itu akhirnya berhenti dan pintu bagian belakang sebelah kanan terbuka. Ada sejumlah warga yang mendatangi pintu itu sehingga pria asal Buduran yang mengaku tiba-tiba diajak naik mobil oleh 3 orang tak dikenal yang mendatangi kosnya itu bisa diselamatkan.
Kapolsek Tarik AKP Heri Setyawan membenarkan terjadinya peristiwa yang diduga penculikan warga itu. Dia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Warga yang mendengar teriakan dari dalam mobil putih itu langsung merasa curiga dan menghentikan kendaraan tersebut.
"Saat dihentikan, ternyata benar ada korban penganiayaan di dalam mobil. Warga kemudian menolong korban, sementara pelaku melarikan diri," ujar Kapolsek Tarik AKP Heri Setyawan saat dikonfirmasi, melalui telepon selulernya, Rabu (4/2/2016).
Usai diselamatkan, korban diantar warga ke Polsek Kudu untuk membuat laporan lalu dibawa ke Puskesmas Kudu agar mendapat perawatan medis. Karena lokasi kejadian awal berada di wilayah hukum Polsek Tarik, petugas Polsek Kudu kemudian mengantar korban bersama keluarga melapor ke Polsek Tarik.
Dari keterangan korban, sebelum kejadian ia sempat dijemput 33 orang dari rumah kosnya di wilayah Kecamatan Tarik, Sidoarjo naik mobil warna putih. Dalam perjalanan itulah dia dianiaya hingga akhirnya terdengar warga di Pasar Tapen dan diselamatkan.
Karena lokasi kejadian awal berada di wilayah hukum Polsek Tarik, petugas Polsek Kudu kemudian mengantar Daniriansyah bersama keluarga agar melapor ke Polsek Tarik. Laporan itu telah diterima Unit Reskrim Polsek Tarik.
Heri menegaskan bahwa peristiwa itu bukan penculikan. Korban memang sempat dijemput oleh sejumlah orang tetapi bukan untuk diculik, melainkan untuk dianiaya.
"Setelah pendalaman, lokasi kejadian berada di Desa Kramattemenggung, wilayah hukum Polsek Tarik," beber Heri.
Dari hasil penyelidikan sementara, motif penganiayaan itu dipicu persoalan utang piutang. Istri korban disebut memiliki utang kepada terduga pelaku yang belum dibayarkan dalam waktu lama.
"Karena utang belum dibayar, terduga pelaku mencari korban ke rumah kosnya di Tarik, lalu menjemput dan melakukan penganiayaan," kata Heri.
Saat ini korban masih menjalani perawatan, sementara polisi terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya sudah mulai dikantongi.
(auh/abq)
