Februari kerap dipenuhi agenda peringatan daerah di berbagai wilayah Jawa Timur. Sejumlah kabupaten dan kota memanfaatkan momen ini untuk menggelar upacara resmi, kegiatan budaya, hingga pelayanan publik bagi masyarakat.
Pada bulan ini, beberapa daerah di Jatim memperingati hari jadinya dengan latar sejarah berbeda-beda. Artikel ini merangkum daftar kabupaten dan kota yang berulang tahun pada Februari, lengkap dengan tanggal serta gambaran singkat maknanya bagi perkembangan daerah masing-masing.
Baca juga: Kalender Event Kabupaten Blitar 2026 |
Kabupaten dan Kota yang Berulang Tahun Februari
Masing-masing kabupaten dan kota memiliki latar sejarah berbeda, mulai dari pengangkatan penguasa pertama hingga pembentukan pemerintahan formal, yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai momentum mengenang perjalanan wilayah sekaligus menegaskan identitas daerahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kota Pasuruan
Hari Jadi Kota Pasuruan. Foto: Davira Aurelly/detikJatim |
Hari Jadi Kota Pasuruan: 8 Februari 2026
Dilansir laman resmi Kota Pasuruan, daerah ini dulu dikenal dengan sebutan Paravan, sementara masyarakat Tionghoa menamainya Yanwang atau Basuluan. Ada pula yang mengaitkan nama Pasuruan dengan gabungan kata pasar dan oeang, merujuk pada ramainya aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Keberadaan Pelabuhan Tanjung Tembikar menjadikan Pasuruan magnet bagi para pedagang dari berbagai daerah, sekaligus mengukuhkannya sebagai salah satu pusat transaksi antarpulau di kawasan timur Nusantara.
Sejarah Kota Pasuruan juga diwarnai tokoh-tokoh penting seperti Untung Suropati dan Adipati Dharmoyudo yang pernah memerintah wilayah ini. Secara administratif, pemerintahan kota mulai terbentuk setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Residensi Pasuruan pada 1 Januari 1901.
Kemudian disusul pembentukan Kota Praja Pasuruan melalui Staatblad 1918 Nomor 320 pada 20 Juni 1918. Pada era Soekarno, Pasuruan berstatus kotamadya dengan wilayah awal tiga desa dan satu kecamatan, sebelum diperluas pada 21 Desember 1982 menjadi tiga kecamatan dengan puluhan kelurahan dan desa.
Sejarah hari jadi Kota Pasuruan sendiri merujuk pada peristiwa penting dalam perjalanan awal pemerintahan di wilayah tersebut. Berbeda dengan perayaan hari jadi daerah pada umumnya, Kota Pasuruan memiliki ritual khusus berupa Kirab Pataka yang sarat makna sejarah.
Pataka merupakan surat perintah untuk Untung Suropati, yang dijadikan tonggak berdirinya Kota Pasuruan. Pada 8 Februari 1686, Pangeran Nerangkusuma, atas restu Raja Mataram, memerintahkan Untung Suropati berangkat ke Pasuruan untuk memimpin wilayah itu dengan gelar Raden Adipati Wironegoro.
Selama dua dekade pemerintahannya, Suropati menghadapi berbagai pertempuran melawan tentara Kompeni Belanda, namun tetap menjalankan roda pemerintahan serta membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar penetapan 8 Februari sebagai Hari Jadi Kota Pasuruan.
2. Kabupaten Pacitan
Hari Jadi Kabupaten Pacitan. Foto: Gavriel Rama Evantya/detikJatim |
Hari Jadi Kabupaten Pacitan: 19 Februari 2026
Kabupaten Pacitan memiliki sejarah panjang yang berakar dari wilayah selatan Ponorogo. Dalam berbagai sumber lokal dan babad, kawasan ini disebut mulai berkembang setelah dibukanya hutan-hutan untuk permukiman baru oleh sejumlah tokoh awal, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya masyarakat Pacitan.
Salah satu figur penting adalah Siti Geseng, yang kemudian dikenal sebagai Ki Ageng Petung. Ia membuka wilayah di kawasan pesisir selatan yang kini berada di Desa Sukoharjo. Selain itu, tokoh-tokoh lain seperti Syeh Maulana Maghribi, Kyai Menak Sopal, dan Kyai Ampok Boyo juga berperan dalam pembukaan wilayah serta penyebaran Islam di Pacitan.
Dalam perjalanan berikutnya, Pacitan pernah berada di bawah pengaruh Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Pusat pemerintahan awal berada di Nanggungan dengan bupati pertama bernama Ngabehi Notoprojo atau Tumenggung Notopuro. Wilayah Pacitan ketika itu terbagi dua, sebagian berada di bawah Yogyakarta, sementara kawasan lain dikuasai Surakarta.
Kepemimpinan Tumenggung Notopuro berakhir setelah ia dijatuhi hukuman oleh Kanjeng Sinuhun Surakarta karena melanggar janji politik. Penggantinya, Tumenggung Setroketipo atau Setro Wijoyo, kemudian memegang peranan penting dalam sejarah Pacitan dan menjadi sosok yang sering dikaitkan dengan asal-usul nama daerah tersebut.
Dalam kisah perang saudara di Jawa pada pertengahan abad ke-18, Setroketipo membantu Pangeran Mangkubumi yang mundur ke wilayah selatan dengan meracik obat dari buah pace. Setelah Pangeran Mangkubumi naik takhta, Setroketipo diangkat sebagai bupati di Nanggungan, sementara wilayah yang dipimpinnya dikenal sebagai Pace Wetan.
Pengangkatan tersebut menjadi tonggak penting yang kemudian ditetapkan sebagai dasar peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan, yang diperingati setiap 19 Februari 1745, dan menjadi simbol lahirnya pemerintahan Pacitan secara resmi hingga sekarang.
(hil/irb)


