Mendikdasmen Soroti Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Pelajar

Mendikdasmen Soroti Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Pelajar

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Sabtu, 07 Feb 2026 23:00 WIB
Kemendikdasmen Hadiri Peresmian Gedung II SD Muhammadiyah 15
Kemendikdasmen Hadiri Peresmian Gedung II SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Foto: Allysa Salsabillah Dwi Gayatri/detikJatim
Surabaya -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan pelajar. Pernyataan itu disampaikannya usai mengaku sangat terpukul menerima kabar kasus bunuh diri pelajar di NTT. Ia menegaskan peristiwa tersebut bukan satu-satunya, melainkan bagian dari fenomena yang perlu mendapat perhatian serius.

"Terus terang kalau saya boleh jujur, ketika saya mendapat berita itu, saya nangis. Mohon maaf ini tidak pernah saya lakukan, saya nangis seketika," terang Abdul Mu'ti dalam sambutannya ketika meresmikan Gedung II SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Ia menilai kasus tersebut menjadi alarm karena angka bunuh diri di kalangan anak muda dilaporkan meningkat, bahkan terjadi pada anak usia sekolah dasar. Menurutnya, kasus di NTT juga bukan yang pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami berharap semoga menjadi yang terakhir," imbuhnya.

Seusai acara, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa berdasarkan data kementerian, korban sebenarnya telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan dana tersebut telah dicairkan.

ADVERTISEMENT

"Kami dari UPT kementerian yang di Nusantara Timur juga sudah berkunjung langsung kepada keluarganya di rumah kediamannya, dan memberikan santunan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki, sekadar uang juga sebagai bentuk simpati dan belasungkawa kami atas meninggalnya anak yang sangat mereka cintai," terangnya.

Baginya, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya guru, orang tua, dan masyarakat, untuk meningkatkan perhatian serta pendampingan kepada anak-anak, terutama dalam aspek sosial dan spiritual.

"Karena itulah, maka kami menekankan, dalam rangka membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman," jelasnya.

Abdul Mu'ti mengajak semua pihak untuk turut andil dalam menumbuhkan spiritualitas anak-anak, baik guru-guru di sekolah, orang tua, maupun masyarakat. Hal ini agar mereka mendapatkan keamanan spiritual dan rasa aman, sehingga merasa diterima sepenuhnya dalam segala kondisi yang dimiliki.

"Ini adalah bagian dari upaya kami agar sekali lagi anak-anak dapat tumbuh dengan penuh rasa percaya diri, dengan kemampuan intelektual, dengan kekuatan spiritual dan dengan jiwa sosial yang tinggi, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang perlu pendampingan kita semua," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads