Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberi kabar gembira untuk masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Surabaya Regional Railways Line (SRRL) segera dibangun tahun 2027.
"Bisa kalau tendernya dimulai di tahun 2027, nah durasi tender ini terus difinalkan, kita ingin lebih cepat lebih baik kalau di lapangan ternyata kompleksitasnya lebih bisa tertangani, durasi ini bisa berkurang signifikan (proses pembangunan bisa dipercepat)," kata Emil bersama Direktur Prasarana DJKA Catur Wicaksono usai Kick Off Meeting Railway Design Consultant (RDC) SRRL Phase I di Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Emil menyebut dana dari KFW (perusahaan swasta Jerman) telah siap sebesar 230 Juta Euro atau setara Rp 4,591 Triliun (kurs 12 Februari 2026) untuk pembangunan SRRL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini nanti tahap pertama fase 1A dari Gubeng sampai ke Sidoarjo kemudian paralel dipersiapkan dari Gubeng sampai ke Pasar Turi. Nanti fase berikutnya itu dari Stasiun Pasar Turi sampai ke Kandangan sampai ke Stasiun Indro artinya sampai ke Gresik Kota dan sekarang ini sebenarnya Pak Direktur (Catur) sedang membangun dari Sepanjang ke Waru, karena Sepanjang ke arah Jombang itu sudah double track. Nah Sepanjang ke Warunya belum double track, ini sudah dikerjakan pakai APBN pakai rupiah murni tahun ini," bebernya.
"Nah nanti kemudian dari Waru ke arah Sidoarjo terus ke Selatan itu pakai dana dari KFW (Jerman). Nanti dari Sidoarjo sistemnya akan terintegrasi juga sampai Sepanjang di fase berikutnya," tambahnya.
Emil mengatakan proses pembangunan SRRL memerlukan waktu yang cukup panjang. Sebab, pembangunan SRRL atau juga double track untuk kereta api komuter tidak boleh sampai mengganggu lalu lintas kereta api saat ini.
"Jadi hari ini langkah konkret ya karena tahap pertama pengerjaan proyek sekompleks inikan adalah memasang sistem perkeretaapian listrik dan di double track. Double track itu bukan hanya pasang rel gitu tapi dia harus lihat full factorial, bagaimana nanti kereta itu akan bersampingan, getarannya bagaimana, detail desain yang sangat-sangat kompleks," ungkapnya.
"Pak direktur Prasarana hadir langsung, nilai kontrak juga transparan dan didanai dari KFW Developmen Bank Jerman. Kontraknya sudah ditandatangani kemarin sudah selesai dan mereka sudah siap kerja ya dari Jepang Sodai namanya dengan partner lokalnya Delayasa mulai bekerja hari ini dengan kick off untuk merancang detail. Karena yang susah ini konstruksinya ini kan dilakukan tanpa mengganggu operasional kereta yang ada sekarang, jadi itu yang betul-betul sulit," tambahnya.
Mantan Bupati Trenggalek ini memastikan SRRL bukan wacana tapi proyek transportasi yang akan dikerjakan dan bermanfaat bagi warga Surabaya Raya.
"Mungkin ini pertanyaan temen-temen dengan masyarakat karena dulu-dulu banyak yang bilang sulit soal studi dan lainnya. Saat ini sudah serius karena dananya sudah ada, kalau dulu studinya itu namanya studi kelayakan ya kalau ini Detail Engineering Design (DED) itu detail," tandasnya.
(auh/abq)
