Cerita Zulhas Dampingi Probowo 15 Tahun dan Ingin Hilangkan Kemiskinan

Cerita Zulhas Dampingi Probowo 15 Tahun dan Ingin Hilangkan Kemiskinan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 15:15 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan
Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan Zulkifli Hasan cerita telah mendampingi Prabowo Subianto dalam tiga kali Pemilihan Presiden. Selama 15 tahun itu, pria yang karib disapa Zulhas itu mengaku tetap setia hingga menang pada Pipres 2024.

Menurutnya, kesetiaan mendampingi Probowo bukan semata secara personal, namun pada perjuangan dan cita-cita seperti yang diajarkan dan dilatih sebagai kader Muhammadiyah.

"Saya dilatih di Muhammadiyah, kita itu setia kepada perjuangan, kita setia kepada cita-cita, kita setia kepada ideologi. Teologi Al-Ma'un, itu kan perjuangan kita, teologi kita teologi Al-Ma'un, bukan setia kepada orang," kata Zulhas saat berpidato di depan peserta Rakerwil Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Smamda Tower Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, ia mengaku tak lelah mendukung Prabowo dan berbuah manis. Sebab saat ini Prabowo telah berhasil menjadi presiden dan membuat sejumlah program yang sesuai dengan teologi yang diajarkan Muhammadiyah.

ADVERTISEMENT

"Karena kita setia kepada perjuangan, setia kepada ideologi, setia kepada kebijakan. Karena kita tahu hampir semua program Pak Prabowo itu teologi Al-Ma'un dalam bahasa kita. Coba ikuti pidatonya di World Economic Forum, semua bicara kemiskinan, ingin menghilangkan kemiskinan dari Indonesia, dari kerja keras dan semangat perjuangannya itu. Saudara-saudara sekalian, maka 15 tahun kalah ya kita setia. Bukan sama orang, bukan. Tapi kepada cita-cita, kepada nilai-nilai perjuangan," ujarnya.

"Alhamdulillah, walaupun 15 tahun kita baru menang sekarang, hampir semua program-program itu di pundak kita. Diberikan tanggung jawab kepada kader Muhammadiyah namanya Zulkifli Hasan itu," imbuhnya.

Ketua umum PAN itu mengklaim swasembada pangan ditugaskan kepadanya berhasil. Tak hanya petani namun juga nelayan juga ikut terdampak kesuksesan program-program pememrintah.

"Alhamdulillah tahun kemarin kita sudah swasembada beras dan jagung. Nilai tukar petani yang karbohidrat, padi jagung, naik dari 116 ke 125. Artinya sudah lumayan tidak miskin lagi, tidak sangat miskin lagi, tapi sudah bisa menyekolahkan anaknya," tuturnya.

Zulhas menegaskan pada tahun ini, pihaknya akan menyejahterakan para nelayan. Diantaranya dengan membangun ribuan hektar tambak.

"Tahun ini, kita akan bangun besar-besaran untuk nelayan. Atau kita beri judul swasembada protein. Kita akan bangun 2.000 hektare tambak. Tiap kecamatan kita akan bangun biofloc. Itu rakyat semua pak, yang miskin-miskin," cetus Zulhas.

"Selama ini tidak ada berpihak kepada nelayan, nelayan tidak punya daya tawar. Dia kalau ambil ikan, dijual, nggak punya daya tawar. Karena kalau ditawar berapapun dijual Pak, kalau nggak ikannya busuk, enggak ada fasilitas," imbuhnya.

"Ini kita akan bangun 2.000 kampung atau pelabuhan nelayan, 2.000. Nanti di situ ada pabrik es, ada cold storage. Jadi kalau orang nawar murah, nelayan bisa simpan ikannya sehingga daya tawarnya naik. Dengan begitu nilai tukarnya akan naik, Pak. Kita harapkan nelayan kita bisa makmur. Swasembada," tandasnya.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads