Lia Istifhama Apresiasi Kurikulum Anti-Narkoba Kemendikdasmen dan BNN

Lia Istifhama Apresiasi Kurikulum Anti-Narkoba Kemendikdasmen dan BNN

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 18:15 WIB
Senator Lia Istifhama saat peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba.
Senator Lia Istifhama saat peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) oleh Kemendikdasmen RI bersama BNN RI mendapat respons positif dari anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Langkah ini adalah bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika "Dimulai dari Anak Bersih Narkoba" (ANANDA BERSINAR).

Agenda peluncuran IKAN turut disertai penyerahan penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada sejumlah kepala daerah serta insan pendidikan yang dinilai berperan aktif dalam gerakan pencegahan narkoba.

Ning Lia, sapaan akrabnya, menilai integrasi materi anti narkoba ke dalam kurikulum tanpa menghadirkan mata pelajaran baru merupakan strategi yang tepat. Menurutnya, jalur pendidikan memang harus menjadi ruang utama dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Integrasi materi anti narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler adalah langkah efektif. Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba," ujar Lia dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan IKAN sejalan dengan model pembelajaran berbasis pencapaian konsep (concept learning) yang menekankan pemahaman secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

"Dalam konteks pendidikan anti narkoba, peserta didik tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memahami dampak dan risikonya sehingga mampu membangun ketahanan diri," tambahnya.

Lia menambahkan, metode pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis serta aktif mengeksplorasi materi akan memperkuat penanaman nilai-nilai anti narkoba sejak dini.

Ia pun mendorong adanya kolaborasi lintas sektor agar implementasi IKAN dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan di seluruh daerah.

Dengan demikian, kurikulum ini tak hanya meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkotika, tetapi juga membentuk karakter serta memperkuat daya tangkal pelajar terhadap potensi penyalahgunaan.

"Integrasi Kurikulum Anti Narkoba dapat diterapkan secara luas di seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan bebas narkoba," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads