27,29 Juta Orang Diprediksi Mudik-Wisata ke Jatim Saat Lebaran 2026

27,29 Juta Orang Diprediksi Mudik-Wisata ke Jatim Saat Lebaran 2026

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 18:30 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah Indar Parawansa/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI membeberkan hasil survei bahwa Jawa Timur tercatat sebagai provinsi tujuan mudik tertinggi kedua nasional setelah Provinsi Jawa Tengah. Diperkirakan akan ada sebanyak 27,29 juta orang akan bergerak ke Jawa Timur atau setara dengan 17,3% dari total seluruh penduduk Indonesia.

Sedangkan jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada tahun 2026 diperkirakan mengalami kenaikan dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang atau naik 5,19%.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pihaknya bersama dengan berbagai stakeholder terkait telah melakukan berbagai langkah kesiapan dan antisipasi guna mewujudkan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang berjalan aman, lancar, dan selamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak, Insya Allah full team. Tentu kita ingin membangun sinergi semaksimal dan sedetail mungkin untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran baik darat, laut, udara, kereta api hingga tol semuanya bisa berjalan lancar, aman dan selamat sehingga membahagiakan semuanya," kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (21/2/2026).

ADVERTISEMENT

Khofifah melanjutkan, kelengkapan tim seperti saat ini harus berseiring dengan komitmen dan kebersamaan seluruh pihak untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dan mitigatif. Mulai kesiapan posko, rest area, titik-titik wisata dan rawan kemacetan di berbagai daerah.

Ia mencontohkan, terkait keberadaan Pos PAM, Pos Terpadu hingga Posko di berbagai daerah harus memenuhi syarat kecepatan, kecermatan dan proses koordinasi efektif dan intensif.

"Seperti saat laka lantas, jangan sampai kondisinya memburuk karena keterlambatan evakuasi. Sehingga kehadiran puskesmas 24 jam yang terkoneksi dengan Rumah Sakit terdekat akan sangat menentukan guna antisipasi," tuturnya.

Tidak hanya itu, kolaborasi antara BPBD dengan BMKG disebutnya juga penting sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim hujan yang masih melanda di berbagai daerah. "Tidak hanya di titik-titik wisata, tapi kita ingin mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat," imbuh Khofifah.

Sementara kaitan penyeberangan di beberapa pelabuhan di Jatim, Gubernur Khofifah menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema antisipasi kepadatan.

Utamanya di Pelabuhan Ketapang yang juga berbarengan dengan Hari Raya Nyepi, di mana akan dilakukan penutupan pada Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB.

"Tiap tahunnya kami sesungguhnya kekurangan armada laut utamanya dari Rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus di momen Nyepi besok yang akan dilakukan penutupan maka dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada," ujar Khofifah.

"Setiap tahun kami selalu menyediakan mudik gratis, khususnya mudik gratis untuk wilayah kepulauan. Biasanya kami sediakan tidak hanya keberangkatan tetapi juga baliknya," lanjutnya.

Berbagai kesiapan yang dilakukan Pemprov Jatim ini diharapkannya agar dapat bersinergi dengan Pemkab/Pemkot lainnya. Sehingga dapat difokuskan pada daerah-daerah tujuan wisata dan jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan arus wisatawan selama libur lebaran.

"Langkah ini mencakup perhatian khusus pada wilayah rawan kemacetan, rawan kecelakaan, rawan bencana alam, serta kawasan pasar tumpah," pungkasnya.

Khofifah juga mengapresiasi semakin optimalnya operasional Bandara Dhoho yang menghadirkan kemudahan bagi mobilitas masyarakat. Kehadiran layanan penerbangan Super Airjet tiga kali dalam seminggu semakin membuka akses bagi masyarakat dan pelaku usaha, memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.

"Beroperasinya Bandara Dhoho menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mataraman," harapnya.

Khofifah berterima kasih atas sinergitas yang telah terbangun dari seluruh pihak. Ia berharap bisa terus terjalin demi suksesnya momen Angkutan Lebaran 2026.

"Kami siap membangun sinergi semaksimal mungkin agar kemudahan, kelancaran, keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat bisa kita laksanakan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mensukseskan Angkutan Lebaran 2026, Pemprov Jatim telah menyiapkan ribuan armada dari berbagai moda. Secara rinci terbagi 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip di seluruh terminal, bandara, stasiun dan pelabuhan di Jatim.

Selain itu, disiapkan total 8.991 personel yang terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.




(faa/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads