Parkir dan PKL Alun-Alun Merdeka Malang Ditata, Uji Coba 2 Pekan

Parkir dan PKL Alun-Alun Merdeka Malang Ditata, Uji Coba 2 Pekan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 21:15 WIB
Ruas Jalan Merdeka Selatan Kota Malang di uji coba tampung PKL dan parkir motor
Ruas Jalan Merdeka Selatan Kota Malang di uji coba tampung PKL dan parkir motor. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Parkir sekaligus Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, mulai ditata. Uji coba perdana dilakukan hari ini dengan memanfaatkan ruas jalan Merdeka Selatan.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026), sore, petugas gabungan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Diskopindag Kota Malang serta kepolisian memasang water barrier di ujung timur Jalan Merdeka Selatan atau ruas jalan di selatan Alun-Alun Merdeka Malang.

Ruas jalan depan Kantor Pos Besar Malang itu diisi parkir motor serta PKL yang diwajibkan berjajar di sebelah selatan ruas jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembatas juga dipasang oleh petugas, untuk menjadi batas bagi parkir motor yang berada di sisi utara jalan.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, uji coba perdana dilakukan hari ini, sesuai hasil rapat Forum Lalu Lintas Kota Malang.

ADVERTISEMENT

Menurut Wijaya, uji coba penataan parkir dan PKL akan diterapkan selama dua pekan, yakni setiap hari Sabtu saja.

"Ini sebagai uji coba, apakah mereka mampu ditata dan mampu berkomitmen dalam hal kebersihan dan ketertiban," kata Widjaja saat ditemui wartawan di lokasi, Sabtu sore.

Widjaja membeberkan, sesuai kesepakatan Forum Lalu Lintas. PKL hanya diperbolehkan menempati sisi selatan dari ruas jalan. Sementara motor wajib diparkir pada sisi utara, langkah ini menghindari adanya pengunjung nekat membeli meski berada di kawasan alun-alun.

"Kesepakatannya PKL di sisi selatan dan parkir sisi utara. Kalau PKL menghadap ke arah alun-alun nanti tidak bersih, karena orang bisa memesan dari taman. Maka ditempatkan di sebelah selatan," tegasnya.

Widjaja menambahkan, PKL yang diperbolehkan berjualan adalah mereka yang selama ini sudah beraktivitas di kawasan alun-alun. Tidak diperkenankan adanya pedagang baru.

"Tidak diperbolehkan ada pemain baru, tidak ada tamu baru, tidak ada pedagang baru," imbuhnya.

Widjaja membeberkan, ada tiga skenario yang disiapkan selama proses uji coba.

Skenario pertama, kendaraan roda dua dan roda empat diperbolehkan masuk dengan sistem buka-tutup yang bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan.

"Kita atur sedemikian rupa agar tetap lancar. Mobil dan roda dua kita beri kesempatan masuk" ujarnya.

Sementara skenario kedua, akses dibatasi hanya untuk kendaraan roda dua.

Adapun kendaraan roda empat diarahkan melintas ke selatan. Widjaja menyebut tingkat lalu lintas harian (LHR) dan kejenuhan di kawasan tersebut masih tergolong rendah, yakni di bawah 0,6 sehingga secara teknis masih memadai jika dilakukan pembatasan.

Sedangkan untuk skenario ketiga, penutupan total bagi kendaraan bermotor, kecuali untuk akses menuju Kantor Pos dan kendaraan yang akan parkir.

"Penerapan skema 1, 2, atau 3 secara permanen akan ditentukan setelah hasil evaluasi uji coba," terangnya.

Uji coba ini berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hingga evaluasi sementara, arus lalu lintas terpantau lancar dan kendaraan roda empat masih diperbolehkan masuk.

"Arus lalin masih lancar-lancar saja, tidak ada masalah," tandasnya.

Sementara Diskopindag Kota Malang menegaskan bahwa PKL yang diperbolehkan berjualan hanya ber-KTP Kota Malang.

"Ini bukan mendata yang baru, tapi menata yang lama yang sudah ada di sini supaya lebih teratur dan rapi. Jumlahnya kita sesuaikan dengan kecukupan tempat," ujar Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari ditemui terpisah.

Eka menyebut, untuk terdapat lebih dari 20 PKL yang dikoordinasikan dalam uji coba mulai hari ini. Namun, jumlah pasti masih dalam proses penataan, karena petugas masih melakukan verifikasi identitas pedagang.

"Kita minta KTP asli Kota Malang. Di luar Kota Malang tidak diperkenankan. Banyak tadi yang tidak membawa KTP fisik, jadi kami minta ditunjukkan langsung, bukan yang di HP," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads