Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Argopuro selama lebih dari lima jam menyebabkan lima kecamatan di wilayah timur Kabupaten Probolinggo, dilanda banjir pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.
Salah satu wilayah terdampak parah berada di Kecamatan Kraksaan. Di Kelurahan Kraksaan Wetan, air merendam permukiman warga hingga setinggi dada orang dewasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derasnya arus air yang menggenangi rumah-rumah penduduk.
Mengantisipasi banjir yang terus membesar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan evakuasi terhadap anak-anak dan lansia menggunakan perahu karet.
Para lansia kemudian diungsikan ke tempat yang lebih aman hingga air surut.
Selain merendam permukiman di Kraksaan, banjir juga menjebol rumah warga di Desa Matekan, Kecamatan Besuk. Kerusakan dilaporkan terjadi akibat derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba.
Fathul Arifin, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang hidupnya.
"Banjir ini yang paling parah sejak saya tinggal di sini," ujar Fathul, Minggu (22/2/2026).
Ia menuturkan, air datang mendadak sehingga perabot rumah tangga nyaris tidak sempat diselamatkan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief menyampaikan, hingga Minggu dini hari, pihaknya masih menyiagakan personel di sejumlah titik terdampak.
"Ada lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terendam banjir," ujarnya.
Adapun lima kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Paiton, Kraksaan, Besuk, Krejengan, dan Kecamatan Pajarakan.
Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. Petugas masih terus melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan di wilayah terdampak.
(auh/hil)