4 Kabupaten di Jatim Masih Terendam Banjir

4 Kabupaten di Jatim Masih Terendam Banjir

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 15:35 WIB
Korban banjir Bengawan Njero Lamongan
Banjir Bengawan Jero Lamongan. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

BPBD Jatim mengungkapkan, ada empat kabupaten yang masih dilanda bencana banjir hingga hari ini. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

"Ada empat kabupaten, yakni Kabupaten Pasuruan, Lamongan, Kabupaten Probolinggo, dan Jombang. Untuk Probolinggo berangsur surut," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (22/2/2026).

Gatot membeberkan, banjir di Pasuruan, Probolinggo, dan Jombang disebabkan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Sementara di Lamongan disebabkan luapan Sungai Bengawan Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Pasuruan, Sungai Bendungan meluap ke pemukiman warga dan jalan sejumlah desa. Ada beberapa kecamatan terdampak yakni Bangil, kemudian Kecamatan Kraton dan Rembang sudah surut. Personel BPBD Jatim dan BPBD Pasuruan juga telah mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir," bebernya.

"Sementara di Jombang tepatnya di Kecamatan Peterongan, drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke wilayah permukiman warga. Saat ini kondisi genangan cenderung mengalami penurunan. Personel BPBD Jatim bersama BPBD Jombang melanjutkan asesmen di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, serta melanjutkan pemantauan terhadap kondisi genangan di wilayah terdampak," tambahnya.

ADVERTISEMENT

"Sedangkan Probolinggo, Sabtu malam kemarin terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di Kecamatan Paiton, Krejengan, Kotaanyar, Besuk, dan Gading. Alhamdulillah siang ini sudah surut, namun masih terdapat genangan di Desa Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, serta jembatan rusak di Desa Seboro, Kecamatan Kraksaan," lanjutnya.

Gatot menambahkan, BPBD Jatim juga terus membantu penanganan banjir di Lamongan. Pihaknya terus melakukan pemantauan ketinggian air baik melalui EWS Banjir dan Peil Blawi Sungai Bengawan Jero dan genangan di lokasi kejadian.

"Ada 15 unit pompa air di Kuro dan 2 unit pompa air di Melik dengan total volume 367.200 m³ hingga saat ini masih dioperasikan guna mempercepat penurunan debit air. BPBD Lamongan menerjunkan 2 unit perahu fiber di Desa Bojoasri, serta Polres Lamongan mengoperasikan 2 unit truk di Desa Jelakcatur untuk mendukung mobilitas pelajar dan warga terdampak," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads