5 Rekomendasi Film dan Series Sejarah Islam Untuk Temani Puasa

5 Rekomendasi Film dan Series Sejarah Islam Untuk Temani Puasa

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Nonton TV
Foto: iStock
Surabaya -

Lagi cari tontonan yang tetap seru tapi tetap bernuansa Ramadan? Daripada maraton drama yang itu-itu lagi, kenapa nggak sekalian nonton kisah sejarah Islam yang penuh inspirasi.

Tim detikJatim sudah siapkan 5 rekomendasi film dan series sejarah Islam yang cocok temani waktu puasa, dari yang epik sampai yang emosional. Langsung aja cek rekomendasinya dan siapin watchlist kamu.

1. Buya Hamka (2023)

Film ini mengangkat kisah hidup Haji Abdul Malik Karim Amrullah, seorang ulama, penulis, dan tokoh Muhammadiyah yang punya pengaruh besar di Indonesia. Kisahnya dibagi menjadi tiga volume, ceritanya nggak cuma fokus ke sisi religius, tapi juga perjuangan pribadi, keluarga, sampai konflik politik di masa penjajahan dan awal kemerdekaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Volume I, kita diperlihatkan Hamka saat memimpin Muhammadiyah di Makassar sampai menghadapi tekanan zaman Jepang dan kehilangan anaknya. Kisahnya di Volume II makin berat, ia pindah ke Jakarta, mendirikan Masjid Al-Azhar, lalu dipenjara di era Soekarno. Justru di balik penjara itu lahir karya besarnya, Tafsir Al-Azhar. Volume III membahas masa kecilnya di Maninjau sampai perjalanan ke Mekkah yang membentuk cara pandangnya tentang Islam.

Volume pertamanya bisa disaksikan di Netflix. Di film ini Vino G Bastian berperan sebagai Buya Hamka beradu peran dengan Laudya Cynthia Bella sebagai Sitti Raham, istri Hamka.

ADVERTISEMENT

2. Sang Kiai (2013)

Film garapan Rako Prijanto ini mengangkat kisah perjuangan KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, saat masa pendudukan Jepang di Indonesia. Rating IMDb-nya 7.2 dengan durasi sekitar 121 menit, dan ini adalah tipe film yang alurnya pelan tapi emosinya numpuk di dada.

Setting-nya tahun 1942, saat Jepang masuk ke Jawa dan memaksa rakyat melakukan Seikerei (membungkuk ke arah matahari sebagai simbol Kaisar Jepang). KH Hasyim Asy'ari dengan tegas menolak karena dianggap bertentangan dengan akidah, karena inilah ia ditangkap dan dipenjara.

Santri-santri Tebuireng nggak tinggal diam. Ada Harun (diperankan Adipati Dolken) yang memimpin perlawanan. Sementara KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) bergerak lewat jalur diplomasi untuk membebaskan sang ayah.

3. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Kalau Sang Kiai dan Buya Hamka bikin hati bergetar lewat perjuangan ulama, film ini lebih politis. Disutradarai Garin Nugroho, film berdurasi 161 menit ini memang terasa ambisius dan nggak heran karena sempat menyapu banyak penghargaan di FFI 2015.

Yang paling mencuri perhatian jelas transformasi Reza Rahadian sebagai HOS Tjokroaminoto. Pembawaannya tenang tapi penuh bara. Orasinya berwibawa, karismanya dapet, dan terasa seperti benar-benar guru bangsa.

Film ini berlatar belakang di awal 1900-an di Surabaya masa kolonial. Tjokroaminoto yang awalnya pedagang batik mapan mulai terusik melihat ketidakadilan terhadap pribumi. Ia kemudian aktif membesarkan Sarekat Islam bersama Haji Samanhudi, menjadikannya gerakan massa besar dengan jutaan anggota.

4. Rise of Empires: Ottoman

Kalau kamu suka drama sejarah penuh peperangan dan drama politik, Rise of Empires: Ottoman bisa jadi tontonan yang susah berhenti di tengah jalan. Series Netflix ini mengangkat jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Utsmaniyah.

Fokus ceritanya ada pada Sultan Mehmed II muda yang ambisius dan visioner. Di usia yang relatif muda, ia bertekad menaklukkan Konstantinopel, kota yang selama berabad-abad dianggap mustahil ditaklukkan. Tapi tentu saja, misinya bukan tanpa tantangan. Di balik tembok raksasa kota itu, Kaisar Bizantium Constantine XI juga sudah menyiapkan strategi bertahan mati-matian.

Yang bikin series ini menarik, formatnya bukan drama biasa. Rise of Empires: Ottoman ini menggabungkan adegan sinematik dengan komentar para sejarawan, jadi kamu juga dapat konteks sejarahnya.

5. The Journey (2021)

The Journey adalah anime kolaborasi ambisius Jepang-Arab Saudi yang mengangkat peristiwa Tahun Gajah, sebagaiman yang dijelaskan dalam Surah Al-Fil.

Ceritanya mengikuti Aws, seorang tukang gerabah biasa di Mekah abad ke-6, yang harus menghadapi invasi pasukan Raja Abraha dan armada gajahnya. Di tengah ancaman besar, Aws bukan cuma melawan musuh dari luar, ia juga berdamai dengan masa lalu dan pengkhianatan yang menghantuinya. Konflik makin intens saat sahabat lamanya, Zurara, kembali dengan luka dan pilihan hidup berbeda.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads