Buat kamu yang nggak bisa lepas dari kopi, Ramadan sering jadi momen yang bikin galau. Mau ngopi saat sahur supaya lebih melek seharian, tapi takut cepat haus. Mau minum kopi saat berbuka, khawatir malah bikin perut nggak nyaman atau susah tidur.
Lalu, sebenarnya kapan sebaiknya waktu terbaik buat ngopi? Simak penjelasannya ya detikers!
Bolehkah Minum Kopi Saat Berbuka atau Sahur?
Mengutip dari detik Health, spesialis urologi Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), menjelaskan bahwa selama tidak berlebihan mengonsumsi kopi sebenarnya tidak masalah saat berbuka. Ia juga menekankan bahwa sebaiknya cukup konsumsi 1 cangkir saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, perlu diketahui bahwa kandungan kafein dalam kopi punya efek stimulan. Efek stimulan ini bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita lebih sering buang air kecil. Inilah yang menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan terasa lebih haus, terutama saat berpuasa 14-16 jam tanpa minum.
Hal ini juga dibenarkan oleh Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, seorang guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB, yang menekankan bahwa efek stimulan kafein lebih terasa dibanding hari biasa. Jika diminum saat sahur, cairan yang seharusnya membantu tubuh bertahan seharian justru bisa lebih cepat keluar melalui urine.
Ngopi saat perut kosong di waktu sahur juga dapat memicu produksi asam lambung berlebih, memperburuk kondisi seperti GERD, gastritis, atau nyeri ulu hati. Itulah mengapa dr. Tirta menyarankan hindari kopi sahur tanpa makanan pendamping untuk mencegah mual, sensasi panas dada, dan ketidaknyamanan sepanjang hari
Waktu Terbaik Minum Kopi Saat Bulan Puasa
Dikutip dari laman resmi FK UI, menurut pakar kesehatan Prof. Ari Fahrial Syam, sebaiknya hindari ngopi saat sahur karena kafein bisa memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan membuat kita lebih cepat haus saat puasa.
Meski begitu, bukan berarti kopi harus dihindari sepenuhnya selama Ramadan. Prof. Ari menjelaskan bahwa kopi tetap boleh diminum, hanya saja waktunya sebaiknya di malam hari.
Kenapa bukan langsung saat azan Magrib? Karena setelah seharian kosong, tubuh lebih butuh air putih dan asupan makanan dulu. Jika ingin ngopi, sebaiknya beri jeda sekitar 1-2 jam setelah berbuka dan pastikan perut sudah terisi makanan.
Hal serupa juga disampaikan dr. Tirta dalam salah satu videonya. Ia mengaku menggeser jadwal ngopinya ke setelah salat Isya. Waktu ini dianggap lebih aman karena tubuh sudah mendapat cukup cairan dan makanan sebelumnya.
Perlu diingat juga, efek kafein bisa bertahan sekitar 3-6 jam di dalam tubuh. Kafein bekerja dengan meningkatkan kewaspadaan, sehingga kalau diminum terlalu malam bisa mengganggu waktu tidur. Kurang istirahat tentunya bisa membuat tubuh terasa lebih lemas saat puasa keesokan harinya.
Jadi, kalau tetap ingin menikmati kopi selama Ramadan, waktu yang relatif lebih aman adalah setelah Isya atau Tarawih, bukan saat sahur atau tepat ketika berbuka.
Jangan Lupa Air Putih
Prof. Dr. Harrina Erlianti Rahardjo juga menyarankan untuk minum air putih terlebih dahulu sebelum meminum minuman lain. Ini dianjurkan supaya rasa kenyang atau begah dari minuman manis maupun berkafein tidak membuat seseorang kekurangan asupan air putih.
Selain itu, bagi orang yang memiliki keluhan sering buang air kecil atau sensitif terhadap kafein, konsumsi teh dan kopi sebaiknya lebih dibatasi.
Ngopi boleh saja asal selalu didahului dengan minum air putih supaya kebutuhan cairan tetap tercukupi tanpa mengganggu kesehatan ginjal maupun kualitas hidrasi selama puasa.
Efek Kafein Pada Metabolisme Tubuh
Dikutip dari detik Hikmah, kafein tidak menambah energi dalam bentuk kalori. Jadi, kopi bukan sumber tenaga seperti makanan. Kafein bekerja dengan cara memblokir zat bernama adenosin di otak atau zat yang membuat kita merasa mengantuk. Saat efeknya tertahan, tubuh jadi terasa lebih segar dan waspada.
Selain itu, kafein juga merangsang pelepasan zat kimia otak seperti dopamin dan norepinefrin. Keduanya berperan dalam meningkatkan fokus, suasana hati, dan konsentrasi. Tidak heran kalau setelah minum kopi, kita merasa lebih siap beraktivitas. Biasanya, efek kafein mulai terasa dalam 30-60 menit setelah diminum dan bisa bertahan sekitar 3-7 jam, tergantung kondisi tubuh masing-masing.
Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Kafein hanya menunda rasa lelah, bukan menghilangkannya. Jika waktu tidur kurang dan hanya mengandalkan kopi, setelah efeknya habis tubuh bisa terasa lebih lemas. Kondisi ini sering disebut sebagai energy crash atau rasa capek yang datang lebih terasa ketika efek stimulan mulai turun.
(irb/irb)
