Sumpah Iran Berikan Balasan Keras ke AS-Israel Usai Kematian Khamenei

Kabar Internasional

Sumpah Iran Berikan Balasan Keras ke AS-Israel Usai Kematian Khamenei

Haris Fadhil - detikJatim
Minggu, 01 Mar 2026 10:05 WIB
Iranian IRGC cadets attend the funeral of Razi Mousavi, a senior commander in the IRGC’s Quds Force who was killed on December 25 in an Israeli strike in Syria, in Tehran, on December 28, 2023. (AFP)
Ilustrasi Garda Revolusi Iran. (Foto: dok. AFP)
Surabaya -

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei telah terbunuh. Garda Revolusi Iran bersumpah akan menghukum dan memberi balasan keras yang patut disesalkan oleh musuh, dalam hal ini Amerika Serikat dan Israel.

"Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka," kata Garda Revolusi Iran dalam pernyataan seperti dilansir detikNews mengutip AFP, Minggu (1/3/2026).

Sebagaimana disampaikan Kantor berita Iran, IRNA, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan operasi pembalasan akan menargetkan sasaran militer dan keamanan AS serta rezim Zionis Israel secara luas dengan rudal yang lebih canggih daripada yang digunakan dalam Operasi True Promise 3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran bersumpah memberikan serangan yang lebih tepat dan menghancurkan. Pasukan IRGC menyatakan siap menargetkan posisi musuh tetap dan bergerak di wilayah tersebut dengan rudal dan drone Iran. Sebelumnya, IRGC telah mengumumkan pada Sabtu malam bahwa kapal Amerika, MST, terkena serangan rudal Angkatan Laut Iran.

ADVERTISEMENT

AS dan Israel melancarkan serangan udara di kota-kota di 24 provinsi di seluruh Iran, hanya dua hari sebelum pembicaraan yang direncanakan di Wina mengenai program nuklir Iran. Pembicaraan pada Senin besok dijadwalkan sebagai putaran keempat negosiasi antara perwakilan Iran dan AS pada bulan Februari.

Putaran ketiga berlangsung pada Kamis lalu di Jenewa, di mana Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mitranya dari Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi, yang telah menjadi mediator dalam semua negosiasi menyebutkan adanya kemajuan.

Namun pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melakukan serangan yang disebut Iran melanggar kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Iran menyebut serangan itu menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota di seluruh Iran.

Pada Minggu (1/3), Iran mengkonfirmasi tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Iran juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.

Artikel ini sudah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads