Viral di media sosial bocah laki-laki berkaus merah berlarian di tengah padatnya lalu lintas Surabaya. Anak itu disebut nekat menyeberang jalan karena ingin melihat kereta api yang melintas.
Peristiwa itu rupanya terjadi di sekitar Maspion Square, Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Minggu (1/3) siang. Dalam video yang beredar, bocah tersebut tampak berlari dari arah gang hingga ke jalan raya saat kendaraan melintas. Beberapa pengendara pun ikut kaget dan khawatir.
Momen sang bocah yang berlari sempat direkam oleh pengendara mobil. Si perekam sempat bertanya ke anak tersebut namun tampaknya sang bocah acuh tak acuh dan terus berlari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, seorang pria yang ada di sekitar lokasi kemudian menggandeng dan mengamankan bocah itu. Sebab sang bocjah hendak menyeberang simpang empat Margorejo menuju rel kereta api yang ada di seberangnya.
Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi saat dikonfirmasi membenarkan video yang viral itu. Ia menyebut bocah itu merupakan warga sekitar yang masih berusia sekitar 6 tahun dan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Bocah laki-laki berlarian di Jalan Margorejo Surabaya (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar) |
"Menurut info anak autis sekolah di TK kawasan Jalan Margorejo blok E Surabaya. Mereka merupakan warga Margorejo yang ngekos di Wonocolo pabrik kulit," kata Haryoko, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, awalnya sang anak tengah bersama ibunya membeli jepit rambut dari pedagang keliling di depan Masjid Muayyat Wonocolo. Namun sang bocah tiba-tiba melepaskan diri dari pengawasan ibunya.
"Tiba-tiba lepas dari gandengan ortunya dan lari masuk ke gang kecil-kecil hingga tembus ke Maspion Square," terangnya.
Dari gang tersebut, bocah itu terus berlari hingga ke jalan raya yang ramai kendaraan. Warga yang melihat langsung berusaha menghentikan laju anak itu sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.
Saat ditanya alasannya berlari seorang diri ke jalan, bocah tersebut mengaku ingin melihat kereta api yang melintas. Tak lama setelah diamankan, bocah itu pun diantar kembali ke orang tuanya.
"Pingin melihat kereta api lewat sampai akhirnya ditemukan warga Kranggan Margorejo Dian. Kemudian dikembalikan ke orang tuanya ke depan Masjid Muayyat Wonocolo," pungkasnya.
(auh/abq)

