Ratusan Pemohon Cerai Tiap Hari Padati PA Surabaya Saat Ramadan

Ratusan Pemohon Cerai Tiap Hari Padati PA Surabaya Saat Ramadan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 20:40 WIB
Suasana halaman Gedung PA Surabaya
Suasana halaman Gedung PA Surabaya. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Suasana Ramadan 2026 diwarnai membludaknya pemohon cerai talak dan cerai gugat di Pengadilan Agama Surabaya. Sejak Kamis (26/2/2026), ratusan warga memadati setiap sudut kantor pengadilan.

Data yang dihimpun detikJatim menunjukkan kepadatan terjadi sejak akhir Februari dan bahkan viral di media sosial Instagram hingga menjadi sorotan warganet.

Humas PA Surabaya Akramudin buka suara terkait hal itu. Ia mengatakan penumpukan pemohon cerai talak dan gugat itu mencapai ratusan per harinya selama Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa dihitung berapa ratus orang yang ada di dalam sana," kata Akramudin saat ditemui awak media, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, penumpukan dipicu efek libur panjang Imlek dan awal Ramadan. Sidang yang seharusnya digelar sebelumnya terpaksa ditunda hingga dua minggu.

"Itu dampak daripada libur yang kemarin itu. Jadi kita menundanya itu 2 minggu. Jadi memang menundanya sidang itu dari hari Senin tanggal 16 (Februari 2026) itu. Nah, itulah yang kemudian menjadi menumpuk. Dan penumpukan itu juga di apa namanya ditambah dengan jumlah perkara yang memang memang tinggi," ujarnya.

"Hari Senin Selasa itu malah libur. Iya, Imlek itu. Di situ lah akhirnya semua lari ke (tanggal) 23 24 (Februari 2026). Nah, jadi kita tidak bisa hindari. Kalau kita mau offer 3 minggu. Sementara kita di sini kan sudah terjadwal," imbuhnya.

Akramudin menerangkan 4 ruang sidang selalu terisi penuh sejak Senin hingga Kamis. Dalam sehari, lanjut dia, ruang sidang selalu penuh.

"Rata-rata tertinggi 68 (sidang per hari dalam 1 ruang sidang). Kalau rata-rata 50 berarti kan 1 hari 200," jelasnya.

Apabila saat sidang dengan agenda keterangan saksi dan saksi hadir, ia memastikan jumlah bisa bertambah hingga 2 kali lipat. Begitu pula dengan sidang baru.

"Kemudian belum lagi yang datang mau mendaftar. Jadi, belum mau sih belum mau mendaftar. Daftar belum daftar. Mau daftar. Nah, itu semua yang membuat kondisi bikin crowded (padat) itu. Di luar, di depan itu sudah setengah mati itu mengatur semua, mengaturnya juga itu agak kesulitan. Kalau sudah waktunya mereka sidang misalnya dari 4 ruangan ini sudah sudah jadwalnya harus masuk kan enggak mungkin menahan, mau enggak mau dia pasti harus masuk," tutupnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads