Sejumlah jemaah umrah dikabarkan tertunda kepulangannya tanah air akibat pembatalan penerbangan. Salah satu yang mengalami penundaan penerbangan adalah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan semalam sempat berkomunikasi dengan Bupati jika kepulangannya ke Indonesia molor dari jadwal semula.
"Jadwal kepulangannya itu tanggal dua atau tiga, tapi tidak bisa karena nggak ada penerbangan," kata Doding, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam komunikasi tersebut Bupati tidak bisa memastikan kapan jadwal penerbangannya ke tanah air dibuka kembali. "Kita doakan bisa segera normal," ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Edi Supriyanto. Menurutnya Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Maret mendatang. Namun, dengan kondisi keamanan timur tengah saat ini, hampir dipastikan mengalami penundaan.
"Katanya digeser besok penerbangannya, tapi kalau melihat berita masih ada penundaan penerbangan, sehingga belum bisa dipastikan," jata Edi.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Trenggalek, Wicaksono yang tengah menjalankan umrah juga mengalami penundaan kepulangan.
"Jadi sebagaimana informasi yang beredar di media itu betul semua penerbangan dari Jeddah yang keluar termasuk maskapai kami juga mengalami cancel, sehingga ya kami harus nunggu entah sampai kapan begitu," kata Wicaksono.
Kondisi tersebut saat ini menjadi masalah berat bagi para jemaah umrah. Sebab tidak hanya sekadar penudaan, namun juga berdampak pada berbagai persoalan lain.
"Karena dengan perpanjangan waktu tinggal di negeri orang itu kan juga ada persoalan-persoalan macam-macam. Yang jelas memang ini musibah untuk semua pihak," ujarnya.
Dijelaskan sesuai jadwal, ia seharusnya meninggalkan hotel di Makkah hari ini pukul 13.00 WAS (Waktu Arab Saudi) dan langsung menuju Jeddah. Rute penerbangan rombongan umrahnya dijadwalkan transit di Singapura dan dilanjutkan ke Juanda Sidoarjo.
"Mestinya hari ini, tetapi karena memang ada masalah, akhirnya ditunda. Nah, yang repot itu kan penundaan sampai kapan, itu kan unpredictable. Itu yang jujur saja kami menjadi harap-harap cemas," ujarnya.
(auh/abq)
