Sebanyak 100 jemaah umrah yang diberangkatkan biro perjalanan SDW hingga kini masih berada di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 40 jemaah di antaranya merupakan warga Kabupaten Nganjuk.
Direktur Biro Umroh dan Haji SDW, Franki Yoen Anando, menjelaskan bahwa seluruh jemaah saat ini dalam kondisi aman dan tetap menjalankan ibadah seperti biasa, baik di Makkah maupun Madinah.
"Sampai hari ini jamaah tetap menjalankan ibadah. Yang di Makkah masih beraktivitas di Kakbah, sementara yang di Madinah juga masih iktikaf seperti biasa, tidak ada kendala," ujar Franki kepada detikJatim, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franki menambahkan, seluruh jemaah yang diberangkatkan SDW dalam kondisi terpantau.
Sesuai jadwal awal, kepulangan jemaah umroh terdekat direncanakan pada 4 Maret 2026 dan sampai Indonesia pada 5 Maret 2026. Namun, kepastian kepulangan masih menunggu izin penerbangan dari otoritas pemerintah Arab Saudi.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan syarikah dan muasasah, rekanan di Arab Saudi, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk jika penerbangan belum diizinkan.
"Kalau nanti dari otoritas Arab Saudi menyatakan tidak ada penerbangan, otomatis jamaah tetap di hotel. Kami juga sudah menyiapkan hotel transit, kemungkinan di Jeddah yang dekat dengan bandara," jelasnya.
Langkah ini dilakukan agar jamaah tetap nyaman sekaligus memudahkan proses keberangkatan sewaktu-waktu jika izin penerbangan telah diterbitkan.
Selain itu, komunikasi dengan jamaah dilakukan setiap hari untuk memastikan kondisi mereka tetap aman dan terpantau.
Bahkan, untuk satu rombongan yang dijadwalkan pulang lebih awal, tiket penerbangan sudah disiapkan, meski visa kepulangan masih dalam proses.
"Kalau memang belum diizinkan terbang, maka jadwal kepulangan akan kami reschedule," tegas Franki.
Pihak biro perjalanan menyebut seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan maksimal hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.
(auh/abq)