Ratusan warga kerja bakti melakukan pembersihan material longsor berupa tanah dan pohon di jalan provinsi jurusan Tosari-Nongkojajar, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Upaya pembersihan dilakukan dengan alat manual.
"Mulai pukul 08.00 WIB tadi warga kerja bakti membersihkan material longsor. Ada 300 warga Ngadiwono dan empat anggota BPBD yang terlibat kerja bakti," kata tokoh masyarakat Tosari, Widian Dharma Singgih, Selasa (2/3/2026).
Singgih mengatakan, pembersihan dilakukan dengan alat manusia seperti cangkul, skop dan sejenis. Pihak desa sudah menghubungi pihak Pemkab Pasuruan maupun Pemprov Jatim untuk mendatangkan alat berat, namun belum tiba di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara pakai alat manual. Kaki sudah menghubungi pemkab dan pemprov tapi belum datang alatnya," jelas Singgih.
Belum bisa dipastikan berapa jam yang dibutuhkan untuk membersihkan material longsor sehingga jalur bisa dilalui. Selain tanah yang masih banyak, lokasi juga licin.
"Belum bisa dipastikan kapan selesai," terangnya.
Sementara truk yang masuk ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter belum dievakuasi. Evakuasi truk bermuatan pupuk tersebut membutuhkan alat berat.
Longsor terjadi di tepat di tikungan bawah pertigaan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Senin (2/3/2026) pukul 16.30 WIB. Saat bukit longsor, di bawahnya tengah melintas mobil Gran Max, pikap L300 dan truk. Ketiga kendaraan terhantam longsor berupa tanah dan pohon.
Truk bermuatan pupuk jatuh ke jurang, sementara dua kendaraan lain tertimpa tanah. Sopir dan dua penumpang truk mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan.
(irb/hil)
