Selama Ramadan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Tulungagung anjlok hingga 40 persen. Untuk mengatasinya PMI melakukan jemput bola ke gereja dan pesantren untuk menggelar donor darah.
Kepala Bagian Pengelola Darah PMI Tulungagung, Mohammad Misbakhul Munir mengatakan pada bulan puasa stok darah hanya 350 kantong, sedangkan pada hari biasa bisa mencapai 550 kantong.
"Dengan stok saat ini ya kurang. Kami menyadari penurunan ini karena kalau bulan puasa pendonor kita banyak yang tidak bisa, sedangkan sore atau malam sering terkendala hujan," kata M Misbakhul Munir, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyiasati penurunan stok darah pihaknya mulai mengintensifkan aksi jemput bola ke sejumlah gereja, pondok pesantren, hingga tempat keramaian untuk menggelar donor darah massal.
"Seperti hari ini di Gereja Santa Maria, kemarin malam di pesantren di Kecamatan Pakel. Alhamdulillah cukup efektif untuk menambah stok darah," ujarnya.
PMI juga menggelar donor darah di GOR Lembupeteng, Tulungagung mulai pukul 17.00 WIB-20.30 WIB setiap hari Senin sampai dengan Jumat.
"Untuk menarik pendonor kami menyiapkan souvenir berupa handuk dan gula pasir, serta kupon undian," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Panitia Donor Darah Gereja Santa Maria Tulungagung, Budi, mengatakan aksi donor darah kali ini diikuti bileh 50 jemaat gereja. Program ini sengaja dilakuan untuk membantu sesama manusia sekaligus menyambut perayaan Paskah.
"Kebetulan Paskah tahun ini berdekatan dengan Ramadan sehingga donor kami lakukan saat ini. Kami menggelar donor itu setahun dua kali," kata Budi.
Pihaknya berharap dengan aksi massal tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lain yang sedang membutuhkan transfusi darah sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi para pendonor.
(auh/dpe)