Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraihnya.
Meski waktu pastinya dirahasiakan, para ulama menjelaskan beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh seseorang yang memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadar. Apa saja itu? Simak selengkapnya di sini.
Kapan Malam Lailatul Qadar?
Dikutip NU Online, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadar karena para sahabat Nabi Muhammad SAW khawatir dengan usia umat Islam yang lebih pendek dibandingkan umat terdahulu. Ibadah pada malam ini nilainya setara dengan ibadah selama 1000 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Jika dilihat dari perhitungan awal Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, kemungkinan malam-malam ganjil tersebut jatuh pada tanggal-tanggal berikut.
- Malam 21 Ramadan: Selasa 10 Maret 2026 malam
- Malam 23 Ramadan: Kamis 12 Maret 2026 malam
- Malam 25 Ramadan: Sabtu 14 Maret 2026 malam
- Malam 27 Ramadan: Senin 16 Maret 2026 malam
- Malam 29 Ramadan: Rabu 18 Maret 2026 malam
Ciri-ciri Orang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Dirangkum dari NU Online, beberapa ulama termasuk Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tanda orang yang mendapatkan ucapan salam dan jabatan tangan dari malaikat Jibril.
وعلامة ذلك اقشعرر جلده و ترقيق قلبه و تدميع عينيه
Artinya: Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran. (Al-Jailani, II/23)
Selain ketiga tanda tersebut, dipercaya ada tanda lain bahwa seorang umat mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar sebagaimana dikutip dari kultum Prof Muhammad Quraish Shihab dan Syaikh Khalid Al Mushlih.
1. Semakin Baik
Salah satu tanda seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah bertambahnya kebaikan dalam dirinya. Singkatnya, ada transformasi menuju pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Hatinya menjadi lebih damai dan tenteram. Ia mengalami perubahan dari ragu menjadi yakin, dari lalai menjadi lebih ingat kepada Allah, dari riya menuju keikhlasan, dari lemah menjadi lebih teguh, serta dari sikap sombong menjadi lebih rendah hati.
2. Merasa Tenang
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa salah satu ciri Lailatul Qadar adalah suasana penuh kedamaian yang dirasakan hingga terbit fajar. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat terakhir Surah Al-Qadr:
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Arab-Latin: Salaamun hiya hattaa mathla'il fajr
Artinya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Ketenangan ini bukan hanya suasana malam yang terasa damai, tetapi juga ketenteraman batin yang dirasakan oleh orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar.
3. Menjadi Semakin Bertakwa kepada Allah SWT
Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan peningkatan ketakwaan dan ketundukan kepada Allah SWT. Ia menjadi lebih sadar akan kebesaran Allah dan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Dorongan untuk menjauhi maksiat dan memperbanyak amal saleh terasa lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
4. Khusyuk dan Nikmat dalam Beribadah
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi atas izin Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qadr. Karena itu, orang yang mendapatkannya biasanya merasakan kekhusyukan dan kenikmatan tersendiri saat beribadah.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah mendirikan shalat malam. Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq Alaih)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah pada malam tersebut, sekaligus menjadi motivasi untuk menghidupkannya dengan penuh keimanan. Namun demikian, Syaikh Khalid Al-Mushlih dalam salah satu ceramahnya menyampaikan bahwa tidak ada ciri khusus yang pasti bagi orang yang mendapatkan Lailatul Qadar.
Menurutnya, siapa pun yang bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah, maka dialah yang berpeluang besar meraih malam kemuliaan tersebut.
Pendapat serupa juga disampaikan Imam At-Thabari, sebagaimana dikutip dalam buku Step By Step Fiqih Puasa Edisi Revisi. Ia menyatakan bahwa tidak ada tanda tertentu yang secara mutlak membedakan malam itu dari malam lainnya.
Yang terpenting bukanlah mencari tanda-tandanya, tetapi umat Muslim seharusnya termotivasi dan memperbanyak ibadah selama Ramadan. Kejarlah kebaikan dan tetap konsisten beribadah, maka senantiasa kita diberikan rahmat dan rida-Nya.
(hil/irb)
