Geger Menu MBG Berbelatung di Malang, Pemkot Langsung Lapor Pusat

Geger Menu MBG Berbelatung di Malang, Pemkot Langsung Lapor Pusat

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 07 Mar 2026 21:15 WIB
Ada belatung di macaroni schotel MBG Kota Malang
Ada belatung di macaroni schotel MBG Kota Malang (Foto: Tangkapan layar)
Malang -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang tengah menjadi sorotan tajam. Hal ini menyusul adanya temuan mengerikan berupa ulat atau belatung dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat dengan menyiapkan rekomendasi tegas ke pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menyikapi persoalan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkot akan mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.

"Sanksi bukan dari kita, tapi langkah kita untuk mengevaluasi. Dan tentu kita juga sudah terus sampaikan ke sekolah-sekolah untuk berani menolak kalau ada makanan-makanan yang tidak layak seperti belatung, basi, dan lain sebagainya," ujar Ali saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).

ADVERTISEMENT

Informasi yang dihimpun, dalam sepekan terakhir sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka.

Laporan yang masuk cukup mengejutkan, mulai dari temuan pisang busuk, hingga puding stroberi dan macaroni schotel yang diduga mengandung belatung.

Parahnya lagi, laporan menyebutkan kejadian ini terjadi dua hari berturut-turut yang dibagikan SPPG Tulusrejo 2 Kecamatan Lowokwaru, Kota Malag.

Ali mengungkapkan, langkah evaluasi ini juga merupakan dorongan dari DPRD Kota Malang agar SPPG yang tidak memenuhi Standard Operating Procedure (SOP) segera ditindak.

"Seperti masukan dari teman-teman dewan, kita akan merekomendasikan BGN mengevaluasi SPPG yang tidak sesuai standar itu. Jadi kewenangan kita sampai di sana," tegasnya.

Sementara demi menjamin keamanan pangan siswa, Ali mengaku akan membentuk satgas khusus, tim itu nantinya bekerja dengan melibatkan lintas sektoral, mulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan).

Satgas, kata Ali, akan memantau ketat rantai pasok makanan. Mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan di dapur SPPG, hingga pendistribusian ke sekolah penerima manfaat MBG.

"Hasil evaluasi itu nanti akan dianalisis, kemudian kita keluarkan rekomendasi resmi untuk disampaikan ke SPPG atau langsung ke BGN sebagai bahan evaluasi bersama," jelas Ali.

Wawali juga memberikan instruksi keras kepada pihak sekolah, terutama kepala sekolah, agar tidak sungkan menolak kiriman makanan jika kualitasnya meragukan. Menurutnya, keselamatan siswa adalah prioritas utama di atas segalanya.

"Kami juga mengajak sekolah, kepala sekolah terutama, untuk berani melaporkan dan menolak semua makanan yang tidak layak," pungkasnya.

Seperti diberitakan, temuan belatung di puding stroberi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat SPPG Tulusrejo 2, Kota Malang, berbenah. Wali murid kembali menemukan ulat di macaroni schotel yang dibagikan oleh SPPG yang sama.

Adanya ulat belatung itu diungkap wali murid dengan mendokumentasikan menu macaroni schotel yang dikemas dalam thainwall yang dibagikan pada Kamis (7/3/2026) lalu.

"Sudah dua kali berturut-turut ini menu ada belatungnya. Yang bersangkutan (pihak SPPG) harus bertanggungjawab," kata wali murid seperti dilihat detikJatim di media sosial, Sabtu (7/3/2026).




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads