Penumpang Bandara Abd Saleh Malang Diprediksi Naik 25% Saat Mudik Lebaran

Penumpang Bandara Abd Saleh Malang Diprediksi Naik 25% Saat Mudik Lebaran

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 20:00 WIB
Bandara Abdulrachman Saleh Malang
Bandara Abdulrachman Saleh Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh Malang mulai memetakan pergerakan pemudik pada Lebaran 2026. Jumlah penumpang diprediksi akan melonjak hingga 25 persen dibandingkan hari biasa.

Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko menyebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi lebih awal, yakni pada Rabu (18/3/2026). Sebab, tanggal tersebut bertepatan dengan dimulainya masa cuti bersama Hari Raya Nyepi.

"Kami memperkirakan peningkatan jumlah penumpang sebesar 25 persen saat arus mudik dibanding hari biasa. Puncaknya arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 dan puncak arus balik pada 24 Maret," ujar Purwo di Kabupaten Malang, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purwo, jika pada hari normal bandara di Kecamatan Pakis ini melayani sekitar 1.200 orang per hari (datang dan pergi).

ADVERTISEMENT

"Maka pada masa mudik angka tersebut diproyeksikan menembus 1.500 penumpang per hari," ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat ada enam jadwal penerbangan setiap harinya dengan rute tetap Malang-Jakarta. Jadwal operasional dimulai dengan pendaratan pertama pukul 08.35 WIB dan keberangkatan terakhir pukul 15.00 WIB.

Meski diprediksi ramai, Purwo mengaku belum ada maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan (extra flight).

"Kalau demand-nya melebihi kapasitas, maskapai akan mengajukan extra flight," tambahnya.

Sementara itu, untuk menjamin kenyamanan pemudik, pihak bandara menyiapkan sejumlah langkah strategis yakni mendirikan Posko Angkutan Lebaran yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Selain penambahan personel untuk pengamanan akan diperkuat oleh personel dari Lanud Abdulrachman Saleh dan pemangku kepentingan terkait.

"Kita juga lakukan mitigasi cuaca, mengingat potensi cuaca ekstrem, pihak bandara berkoordinasi ketat dengan BMKG dan AirNav," terang Purwo.

Purwo menegaskan, jika cuaca buruk membahayakan penerbangan, opsi penundaan (delay) hingga pengalihan pendaratan (divert) akan diambil.

"Atau nanti bisa dialihkan ke bandara terdekat, ada kemungkinan ke Juanda kalau di sana cuacanya bagus," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads