Sejumlah persiapan dilakukan polisi untuk mengantisipasi arus mudik 2026. Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menegaskan bahwa tujuan utama mudik adalah bertemu dengan keluarga dalam kondisi selamat.
"Tidak akan ada artinya lalu lintas tanpa keselamatan, jadi detikers dan masyarakat seluruhnya, saya Direktur Lantas Polda Jawa Timur mengimbau sebelum melakukan perjalanan perhatikan kesiapan beberapa faktor," kata Iwan kepada detikJatim, Kamis (13/3/2026).
Iwan menyebutkan faktor pertama adalah pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi prima. Sebelum berangkat bepergian mudik, untuk mengkroscek segala sistem kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai sistem pengereman, sistem kelistrikan sistem kemudi, kemudian pastikan bannya itu dalam kondisi yang layak," ujarnya.
Yang kedua adalah pengemudi. Menurutnya, kondisi kesehatan pengemudi sangat penting.
"Pengemudi harus siap secara fisik karena ini betul-betul perjalanan fisik ya, mengemudi dibalik kemudi ini kan mungkin perjalanannya jauh. Ada kondisi tubuh kita dimana kita harus bisa beristirahat maksimal mengemudikan 5 jam harus istirahat, tergantung situasinya masing-masing, harus betul-betul dipersiapkan sebelum berangkat," jelasnya.
Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu lantas menegaskan manajemen perjalanan juga dinilai penting. Menurutnya, portal-portal informasi seperti yang didistribusikan oleh Ditlantas Polda Jatim harus ditelaah masyarakat pemudik secara baik dan benar.
"Ya kami (Ditlantas Polda Jatim) akan memberikan insight kepada masyarakat mengenai seperti apa sih rute yang akan saya tempuh. Misal, saya mau lewat tol gak sih, kalau tol itu tolnya tol mana kira-kira saya masuk di gate mana kemudian mapping di masing-masing tol juga akan mendistribusikan informasi-informasi mengenai rest area nah rest area ini juga akan menyediakan tempat-tempat untuk istirahat juga food and beverage juga tempat ibadah dan lain sebagainya," paparnya.
"Artinya, terintegrasi termasuk supply BBM. Baik itu yang SPKLU untuk yang kendaraan elektrik maupun yang konvensional BBM. Nah ini harus betul-betul di mapping sebelum berangkat, sehingga si pengemudi merencanakan perjalanan dengan tepat dengan baik sehingga nyaman," imbuhnya.
Yang terakhir adalah faktor kenyamanan. Iwan menilai kenyamanan selama perjalanan arus mudik dan balik juga dinilai penting bagi pengguna jalan, terutama yang menempuh perjalanan jauh dengan durasi yang cukup lama.
"Nah kenyamanan inilah kemudian menjadi salah satu faktor untuk keselamatan sampai tujuan itu. Wajib, jangan dipaksakan. Karena karakteristik kejadian beberapa kali di jalan tol itu adalah karena pengemudi yang tidak bisa menguasai kendaraannya karena lelah," tutupnya.
(auh/dpe)
