Penjualan jajanan khas Lebaran di Pasar Baru Lamongan mengalami penurunan cukup signifikan tahun ini. Kondisi tersebut dipicu melemahnya daya beli masyarakat akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan.
Sejumlah pedagang mengaku omzet yang diperoleh menjelang Idul Fitri kali ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, lonjakan pembeli sudah terasa sejak awal Ramadan.
"Untuk tahun ini kelihatannya turun drastis. Mungkin karena banyak daerah yang kebanjiran," kata salah seorang pedagang jajanan Lebaran, Siti Maimunah kepada detikjatim, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti mengatakan, penurunan pembeli mulai terasa sejak awal Ramadan. Hingga memasuki pekan terakhir puasa, aktivitas transaksi di lapaknya masih belum ramai. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah juga membuat para pedagang berhati-hati dalam menambah stok barang.
"Pembeli berkurang banyak sekali sehingga banyak dari pedagang memilih mengurangi persediaan karena khawatir tidak laku," ujarnya.
Selain itu, belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sebagian pekerja juga turut memengaruhi daya beli masyarakat.
"Perekonomian rakyat ini sangat melemah. Banyak pedagang tidak berani stok barang banyak," akunya.
Situasi tersebut membuat para pedagang berharap setidaknya modal yang mereka keluarkan dapat kembali, meski keuntungan yang didapat tidak sebesar biasanya.
"Mungkin kalau THR sudah turun, pembeli akan mulai bergerak lagi," imbuhnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang menurun, sebagian warga tetap berupaya menjaga tradisi membeli jajanan Lebaran untuk kebutuhan silaturahmi. Salah satunya Saiful Bahri, warga Dusun Getung, Kecamatan Turi yang mengaku tetap menyempatkan membeli jajanan meski daerah tempat tinggalnya terdampak banjir.
"Tahun ini memang ada penurunan karena banjir di sekitar rumah. Tapi alhamdulillah masih bisa belanja karena di lingkungan kami ada industri rumahan songkok yang tetap berjalan," ungkap Saiful.
Ia menuturkan, membeli jajanan di lapak langganannya sudah menjadi tradisi setiap menjelang Idul Fitri, baik untuk menjamu tamu maupun saat berkunjung ke rumah kerabat.
(ihc/dpe)
