Ini Jalur Tengkorak Ngawi yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik Lebaran 2026

Ini Jalur Tengkorak Ngawi yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik Lebaran 2026

Sugeng Harianto - detikJatim
Selasa, 17 Mar 2026 17:15 WIB
Jalur Mantingan, Ngawi yang terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan.
Jalur Mantingan, Ngawi yang terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Ngawi -

Bagi pemudik yang tidak ingin melewati ruas tol diminta untuk waspada sejumlah jalur di Kabupaten Ngawi yang dikenal jalur tengkorak. Jalur rawan kecelakaan itu ada di ruas jalan arteri sepanjang perbatasan Jatim-Jateng di kawasan Mantingan hingga perbatasan Ngawi-Madiun dan Ngawi-Magetan.

Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika menyampaikan bahwa ada beberapa titik rawan kecelakaan di jalur arteri atau non tol.

"Kita perlu himbau waspada kepada pata pemudik yang berkendara tidak lewat jalan tol. Di jalur arteri ada titik rawan kecelakaan yang harus di waspadai saat mudik lebaran," ujar Plantika saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daerah rawan kecelakaan di jalur arteri Ngawi, kata Plantika, ada 3. Ketiganya termasuk dalam black spot yang harus diwaspadai pemudik. Dua titik di antaranya yakni Jalan Raya Ngawi-Caruban, Madiun Km 20-21 Desa Puhti, Karangjati. Kemudian di Km 4-5 Desa Karangasri.

"Dua titik Black Spot di Jalan Raya Ngawi-Caruban Madiun. Satu lagi di Jalan Raya Ngawi-Maospati, Magetan KM 17-18 Desa Keraswetan, Geneng," kata Plantika.

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan dalam pengamanan mudik lebaran 2026, Satlantas Polres Ngawi telah menyiapkan 6 pos. Dari 6 pos tersebut, 2 merupakan pos pelayanan, 1 pos terpadu, dan 3 pos pengamanan.

"Kami sudah siapkan 5 pos dalam pengamanan mudik lebaran seperti disampaikan oleh Bapak Kapolres kemarin," tandas Plantika.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 kali ini, turut dilibatkan 500 personil. Adapun instansi yang terlibat antara lain PLN, Perhutani, BPBD, Dinas Perhubungan Pusat, TNI, Pemerintah Daerah, Polri, Kementerian Agama, Jasa Raharja, Jasa Marga, Telkom, serta JSN JNK.

"Operasi Ketupat Semeru 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik maupun merayakan Idulfitri. Sesuai tagline kita, Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Ada 500 personil gabungan kita kerahkan," tandas Prayoga.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads