Korban ledakan petasan di Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan bertambah. Jumlah total terkini ada 6 orang yang dirujuk ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo. Satu korban bahkan terpaksa diamputasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD, Syaiful Hidayat, mengungkapkan bahwa dari total korban, kasus terparah terjadi dua hari lalu. Korban merupakan warga Kecamatan Tlanakan yang mengalami kerusakan parah pada bagian kaki.
"Yang dua hari lalu itu satu orang. Hari ini ada lima tambahan korban. Yang paling parah warga Tlanakan, kakinya harus diamputasi karena seluruh telapak kakinya hancur," jelasnya, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, korban terbaru yang mengalami luka cukup serius adalah Kholis, warga Desa Plakpak. Ia dilaporkan mengalami putus pada dua jari kaki serta luka bakar di bagian wajah.
Pihak rumah sakit memastikan selama bulan Ramadan tetap menyiagakan tenaga medis guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan petasan maupun jelang arus mudik.
Sebelumnya, insiden ledakan petasan pertama terjadi di wilayah Tlanakan yang mengakibatkan satu orang kehilangan bagian kaki. Keesokan harinya, kejadian serupa kembali terjadi di Desa Plakpak dan menyebabkan lima orang mengalami luka bakar.
Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polres Pamekasan mengimbau masyarakat untuk tidak bermain petasan karena berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, pesan moral dari kalangan ulama juga mulai beredar di masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Musleh Adnan yang mengajak masyarakat untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif serta menghindari hal-hal yang merugikan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Hal senada disampaikan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Jelang Lebaran, masyarakat diminta saling menjaga keamanan, para kades diharapkan intens memantau masyarakatnya agar menghindari bermain petasan untuk tidak mengulangi kejadian serupa.
"Saya harap di bawah saling menjaga, peran kades untuk saling koordinasi dengan petugas memantau wilayahnya jangan sampai warganya bermain petasan," pungkasnya.
Sebelumnya, ledakan yang diduga bersumber dari bahan petasan kembali terjadi di wilayah Pamekasan. Kali ini peristiwa terjadi di Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, dan mengakibatkan 4 orang warga dilarikan ke rumah sakit.
Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (16/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Ledakan terjadi di rumah milik seorang warga bernama Rofik alias Rapik.
Yoni mengatakan bahwa ledakan tersebut diduga dipicu bahan petasan yang mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
"Ini sudah kedua kalinya di Pamekasan menjelang Lebaran. Kemarin terjadi di wilayah Tlanakan bagian selatan, tadi malam bergeser ke Plakpak utara. Kapolres sudah menghimbau agar masyarakat menghindari barang berbahaya itu," terang IPDA Yoni Evan Pratama, Selasa (17/3/2026).
(auh/abq)
