Kata Pertamina soal Elpiji 3 Kg Langka-Tembus Rp 25 Ribu di Bojonegoro

Kata Pertamina soal Elpiji 3 Kg Langka-Tembus Rp 25 Ribu di Bojonegoro

Aunur Rofiq - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 02:40 WIB
Salah satu warga di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro naik sepeda keliling toko mencari elpiji.
Salah satu warga di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro naik sepeda keliling toko mencari elpiji. Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro -

Sulitnya mendapatkan elpiji melon 3 kg yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro menjadi perhatian serius PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Pertamina langsung bergerak melakukan pengecekan lapangan bersama Dinas Perdagangan Bojonegoro serta aparat penegak hukum.

Menanggapi fenomena harga di tingkat pengecer yang sempat menyentuh Rp 25 ribu per tabung, Pertamina memastikan distribusi di tingkat pangkalan sebenarnya tetap berjalan. Saat ini, upaya percepatan suplai juga tengah dilakukan guna menormalkan kondisi di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk meredam lonjakan permintaan selama Maret 2026.

"Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat," ujar Ahad Rahedi, Rabu (18/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pertamina juga menyalurkan tambahan pasokan atau ekstra dropping sebesar 8 persen, yang setara dengan 90.487 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Jawa Timur, guna memastikan ketersediaan energi bersubsidi ini tetap stabil dan mencukupi kebutuhan rumah tangga kurang mampu.

Sebelumnya, warga Bojonegoro hingga saat ini keluhkan sulitnya elpiji melon. Bahkan, tak sedikit harus keluar masuk pangkalan dan toko pengecer untuk membeli gas elpiji, namun banyak yang kosong.

Antrean panjang terlihat di pangkalan, salah satunya di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, di mana warga berderet duduk bersama tabung kosong mereka sejak pagi karena khawatir tidak kebagian stok yang sangat terbatas.

Salah satu warga, Suyanto, mengaku terpaksa meninggalkan pekerjaannya demi mengantre selama satu jam, sementara Siti Aminah bahkan harus berkeliling ke berbagai tempat sebelum akhirnya menemukan pangkalan yang masih memiliki stok.

Untuk menjaga pemerataan, pihak pangkalan di Talok terpaksa membatasi pembelian hanya satu tabung per orang. Masyarakat Bojonegoro kini sangat berharap agar tambahan pasokan yang dikucurkan Pertamina dapat segera mengakhiri drama antrean panjang ini.

Adanya penguatan koordinasi lintas instansi, diharapkan distribusi LPG 3 kg kembali lancar, sehingga warga tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memastikan dapur mereka tetap mengepul menjelang lebaran.


Foto Ainur Rofiq : Salah satu warga di
Kecamatan Kapas naik sepeda keliling toko cari elpiji pada selasa siang. (17/3/2026).




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads