Ratusan Santri Ponpes Sunan Drajat Lamongan Mudik Jelang Lebaran

Ratusan Santri Ponpes Sunan Drajat Lamongan Mudik Jelang Lebaran

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 14:45 WIB
Mudik santri Ponpes Sunan Drajat Lamongan
Mudik santri Ponpes Sunan Drajat Lamongan (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Ratusan santri dari Pondok Pesantren Sunan Drajat mulai kembali ke kampung halaman masing-masing dalam gelombang terakhir kepulangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepulangan santri yang berlangsung di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan ini berjalan tertib sejak Selasa pagi. Sebanyak 868 santri diberangkatkan secara bersamaan menggunakan berbagai armada transportasi, mulai dari bus besar, bus medium, hingga kendaraan jenis elf dan minibus.

Tak hanya itu, sekitar 400 santri lainnya memilih pulang dengan dijemput langsung oleh keluarga mereka. Para santri tersebut berasal dari berbagai daerah, khususnya wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Blora, Rembang, dan Kendal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana haru dan penuh kebersamaan terlihat saat para santri bersiap meninggalkan pondok untuk berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. Momen ini menjadi bagian dari tradisi tahunan menjelang Lebaran, di mana para santri pulang setelah menempuh masa belajar di pesantren.

Di balik kelancaran proses kepulangan tersebut, jajaran kepolisian turut mengambil peran penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban. Personel dari Polres Lamongan melalui Polsek Paciran diterjunkan langsung untuk melakukan pengamanan di lokasi.

ADVERTISEMENT

Pengamanan dipimpin Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti bersama personel Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026.

"Kehadiran petugas difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pengawasan proses keberangkatan, serta memastikan seluruh santri dapat naik ke kendaraan dengan aman," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, polisi juga memberikan imbauan kepada para sopir armada agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

"Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan menjamin para santri tiba di tujuan dengan selamat," ujarnya.

Dengan sinergi antara pihak pondok, keluarga santri, dan aparat kepolisian, proses kepulangan gelombang terakhir ini berlangsung lancar, aman, dan kondusif.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads