Hari ini, Kamis (19/3/2026), diprediksi menjadi puncak arus mudik Idul Fitri 2026. Pengguna diimbau mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan dan gangguan lalu lintas di Tulungagung.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengatakan dari hasil analisa dan pemetaan beberapa jalur dalam kota menjadi titik paling rawan terjadi gangguan lalu lintas selama arus mudik dan libur Lebaran
"Kalau trouble yang kami antisipasi fokus kami ada dua, yaitu di simpang empat Cuwiri, Kecamatan Kauman, dan beberapa di dalam kota," kata AKP M Taufik, Kamis siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dari pengalaman tahun sebelumnya simpang Cuwiri menjadi titik rawan kepadatan arus lalu lintas karena merupakan jalur alternatif menuju Kediri, Trenggalek, dan ke wilayah kota.
Para pengguna jalan memilih jalur ini untuk menghindari kepadatan di jalur utama. Namun, yang terjadi justru penumpukan kendaraan terjadi di ruas jalan tersebut.
"Kemudian di jalur Cuwiri juga mengarah ke Pasar Ngemplak, yang menjadi pusat grosir dan belanja masyarakat. Pasar Ngemplak ini dari pengalaman sebelumnya juga menjadi titik trouble," ujarnya.
Tidak hanya itu potensi kepadatan arus lalu lintas diprediksi juga akan terjadi di kawasan jalur utama Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Jembatan Lembupeteng. Persoalannya pada jembatan tersebut terjadi penyempitan dan terdapat simpang empat ganda.
"Makanya, saat ini kami pasang pembatas jalan untuk menghilangkan dua persimpangan ini. Warga yang hendak menyeberang harus memutar dulu agar tidak macet," imbuhnya.
Taufik menambahkan, Tulungagung dan daerah sekitarnya merupakan daerah tujuan mudik Lebaran, sehingga potensi kepadatan tidak hanya terjadi pada arus mudik dan balik saja.
Namun, juga terjadi pada saat libur Lebaran berlangsung. Masyarakat banyak yang beraktivitas untuk silaturahmi ke rumah sanak saudara maupun berlibur ke sejumlah destinasi wisata di Tulungagung dan Trenggalek.
"Terkait libur Lebaran, kami melakukan antisipasi di ruas JLS (Jalur Lintas Selatan) Tulungagung-Trenggalek. Biasanya terjadi lonjakan kunjungan wisata, karena salah satu pusat pariwisata itu di Kecamatan Besuki, Tulungagung, dan Kecamatan Watulimo, Trenggalek," jelasnya.
Lonjakan volume kendaraan terjadi pada sore hari atau bersamaan dengan jam kepulangan para wisatawan dari Pantai Gemah, Pantai Midodaren, Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih Karanggongso, dan Pantai Mutiara.
"Tapi, untuk tahun ini sepertinya tidak seramai pada saat tahun baru kemarin. Meski demikian kami sudah antisipasi dengan menyiapkan skenario contraflow dan memecah arus melewati Campurdarat dan Bandung," kata Taufik.
Dijelaskan, akses melalui Bandung bisa dikurangi karena saat ini kondisi ruas jalan Gamping-Campurdarat telah diperbaiki pemerintah daerah.
"Kalau tahun lalu Gamping rusak parah, tapi sekarang sudah diperbaiki," imbuhnya.
(auh/irb)
