Sebanyak tujuh anak diamankan Polsek Sukorejo karena ketahuan membuat petasan dan balon udara tanpa awak. Mereka sengaja diamankan usai, orang tuanya melaporkan kegiatan tersebut kepada polisi
Kapolsek Sukorejo, IPTU Agus Tri Cahyo mengatakan pengamanan ini sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak setelah diberi nasihat tidak mempan. Selain orang tua, juga perangkat desa turut mendampingi proses pengamanan.
"Awalnya orang tua curiga dan sudah mengingatkan soal bahaya bahan peledak. Karena tidak dihiraukan, laporan diteruskan ke perangkat desa, kemudian ke Bhabinkamtibmas hingga akhirnya kami tindak lanjuti," ujar Agus saat konferensi pers, Kamis (19/3/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP asal Desa Lengkong diamankan bersama orang tua mereka. Dari tangan mereka, polisi menemukan puluhan petasan berbagai ukuran yang dirakit secara mandiri.
Di hadapan petugas, ketiganya menangis dan mengaku belajar membuat petasan dari media sosial. Bahan-bahan diperoleh dengan cara membeli secara online menggunakan uang patungan.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa kertas pembungkus petasan berasal dari buku pelajaran sekolah milik mereka.
Kasus serupa juga terjadi di Desa Gandukepuh. Empat anak lainnya diamankan karena membuat balon udara tanpa awak berukuran besar, dengan tinggi sekitar delapan meter dan diameter dua meter.
Dari dua lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa selongsong petasan, bahan peledak, serta balon udara rakitan.
Meski demikian, karena seluruh pelaku masih berstatus anak di bawah umur, polisi tidak melanjutkan proses hukum.
Mereka hanya diberikan pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Kami lebih mengedepankan pembinaan. Anak-anak diminta berjanji tidak mengulangi lagi, dan orang tua diminta meningkatkan pengawasan," imbuh Agus.
Polisi pun mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang berpotensi memicu tindakan berbahaya.
(auh/abq)
