Ribuan Jemaah Muhammadiyah Salat Idul Fitri di Jalan Pahlawan

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Salat Idul Fitri di Jalan Pahlawan

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 09:10 WIB
Warga Muhammdiyah salat Idul Fitri di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (20/3/2026).
Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Ribuan jemaah Muhammadiyah melangsungkan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Jalan Pahlawan pagi ini, Jumat (20/3/2026). Jemaah salat di sepanjang jalan depan kantor Gubernur Jatim.

Dari pantauan detikJatim, salat Id berlangsung pukul 06.10 WIB. Saf perempuan dan laki-laki pun terlihat dipadati jemaah.

Jalan Pahlawan pun ditutup karena digunakan untuk salat Id. Sebagian jalan digunakan untuk parkir mobil dan motor jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 4 ribu jemaah Muhammadiyah mengikuti salat Id. Ceramah selesai sekitar pukul 06.45 WIB, dan pukul 07.00 WIB jalan kembali dilewati pengendara.

ADVERTISEMENT

Jemaah mengikuti salat Id secara tertib dan khusyuk. Begitu pula saat Khatib Ust Dr Thoat Stiawan Ketua Majelis Tarjih & Tarjdid PDM Kota Surabaya, sekaligus Dekan Fakultas Studi Islam & Peradaban UMSURA menyampaikan ceramah.

Salah satu jemaah warga Kaijudan, Hasanah (29) antusias salat Id di Jalan Pahlawan. Namun, Lebaran kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tidak berbarengan dengan keluarganya.

"Senang bisa salat Id di Jalan Pahlawan, memang sudah rencana ke sini. Cuma agak sedih, karena saat Id sendiri, keluarga salat Id besok," kata Hasanah kepada detikJatim, Jumat (20/3/2026).

Khatib menyampaikan ceramah terkait 'Konstruksi Peradaban Fitrah melalui Sinergi Empat Pilar Sosial dan Integritas Loyalitas Global di Era Disrupsi'.

Ia juga menyampaikan adanya perbedaan hari raya Idul Fitri tahun ini dari sudut pandangnya sebagai Ketua Majelis Tarjih & Tarjdid dalam perspektif Muhammadiyah. Di mana apa yang menjadi dasar Muhammadiyah bahwasanya pemimpin itu ada dua.

"Yang pertama adalah pemimpin dalam aspek pemerintahan eksekutif. Yang kedua adalah pemimpin dalam aspek religiusitas ataupun dalam aspek agama. Sehingga relate dengan hadis yang saya sampaikan adalah bagian daripada nasihat agama, yakni Al-Ulama," kata Khatib, Thoat kepada wartawan.

Warga Muhammdiyah salat Idul Fitri di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (20/3/2026).Warga Muhammdiyah salat Idul Fitri di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (20/3/2026). Foto: Esti Widiyana/detikJatim

Ya, maka dalam Muhammadiyah ulama ini adalah bagian daripada pemimpin yang mana ini bagian daripada perwujudan syariat Islam. Maka kalau di Muhammadiyah ulama itu adalah PP Muhammadiyah," sambungnya.

Muhammadiyah pun mengikuti arahan dan salat Id dilaksanakan tanggal 20 Maret 2026. Warga Muhammadiyah pun wajib mentaati apa yang telah menjadi kesepakatan dan instruksi ulama di pusat.

"Berkaitan dengan saudara-saudara kita yang tentunya berbeda dengan kita untuk melaksanakan daripada Idul Fitri, tentunya mereka mempunyai perdamaian yang juga mempunyai dasar dan ketentuan hukum yang sama dalam hal ini kepengin untuk melaksanakan berkaitan dengan apa yang mereka semua paham. Kami sesuai dengan kepakaran dan juga keahlian para ulama-ulama mereka semua seperti itu," pungkasnya.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads