Haru, Ratusan Korban Lumpur Lapindo Salat Id di Depan Tanggul Porong

Haru, Ratusan Korban Lumpur Lapindo Salat Id di Depan Tanggul Porong

Suparno - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 09:25 WIB
Korban lumpur Lapindo menggelar salat Idul Fitri di samping Masjid Al-Asar, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/3/2026).
Korban lumpur Lapindo menggelar salat Idul Fitri di samping Masjid Al-Asar, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/3/2026). Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Ratusan warga korban lumpur Lapindo asal Porong, Sidoarjo, menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah di depan tanggul lumpur Porong, Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di lahan kosong samping Masjid Nurul Azhar di Jalan Raya Porong, dan diikuti sekitar 300 jemaah.

Salat Id tersebut menjadi momen penuh haru, sekaligus ajang silaturahmi bagi para warga yang telah lama terpencar sejak peristiwa semburan lumpur Lapindo yang terjadi hampir dua dekade lalu.

Sejak pagi, para jemaah mulai berdatangan dari berbagai daerah, termasuk luar Porong. Mereka berkumpul di lokasi yang dulunya merupakan kawasan permukiman sebelum terdampak lumpur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertempat di lahan bekas bangunan, salat Id berlangsung khidmat dengan imam dan khatib KH Fauzi Mansyur. Meski sederhana, suasana kebersamaan begitu terasa di antara para jemaah. Salah satu tokoh masyarakat, Muhammad Rubianto mengatakan kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan bagi para korban lumpur Lapindo.

"Salat Id ini memang jadi ajang silaturahmi. Warga datang dari berbagai tempat, ada yang dari luar Porong, bahkan luar kota. Kami kumpul di sini karena ada ikatan emosional, dulu pernah tinggal di sini," ujarnya usai salat, Jumat pagi.

ADVERTISEMENT

Menurut Rubianto, meski kini para warga telah tinggal berjauhan, mereka tetap menyempatkan diri untuk kembali ke Porong setiap Idul Fitri.

"Ini sudah rutin setiap tahun. Warga sudah paham, begitu hari salat Id tiba, pasti berkumpul di sini. Tidak perlu pemberitahuan khusus," tambahnya.

Ia juga menyebut jumlah jemaah tahun ini mencapai lebih dari 300 orang. Pelaksanaan salat Id dilakukan berdasarkan metode hisab yang telah ditentukan sebelumnya oleh Muhammadiyah.

Melalui kegiatan ini, para warga berharap tali silaturahmi tetap terjaga meski mereka sudah tidak lagi tinggal di kampung halaman yang sama.

"Harapannya, silaturahmi ini tetap terjalin sampai kapan pun. Walaupun sudah tersebar, tapi kebersamaan ini tidak hilang," pungkasnya.

Di tempat terpisah, wilayah Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, ratusan masyarakat juga menggelar salat Id di beberapa titik.

Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh warga Muhammadiyah di wilayah Balongbendo berlangsung aman dan kondusif pada Jumat pagi. Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polsek Balongbendo sejak sebelum kegiatan dimulai.

Kapolsek Balongbendo Sugeng Sulistiyono mengatakan pihaknya telah menurunkan personel ke sejumlah titik lokasi pelaksanaan salat Id guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan masyarakat.

"Kami menempatkan anggota di beberapa lokasi masjid dan lapangan sejak pukul 05.30 WIB. Alhamdulillah seluruh rangkaian salat Id berjalan dengan tertib, aman, dan lancar," ujar Sugeng.

Salat Id yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB digelar di sejumlah titik, di antaranya Masjid Baitul Mukminin Desa Kedung Sukodani, halaman SDN Suwaluh 1, SDN Bakalan Wringinpitu, Masjid An Namira Balongbendo, Lapangan Desa BK Temenggungan, serta Masjid Al-Islam Dusun Plumpang Desa Penambangan.

Jumlah jemaah di masing-masing lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 200 hingga 300 orang. Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama oleh takmir masjid setempat, kemudian ditutup dengan doa bersama.

Sugeng menambahkan, hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 07.00 WIB, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang berarti.

"Selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat yang turut menjaga ketertiban,"pungkasnya.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads