Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo, Tangan Pemuda Luka Parah

Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo, Tangan Pemuda Luka Parah

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 20 Mar 2026 14:01 WIB
Kondisi korban saat dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo
Kondisi korban saat dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Ledakan petasan rakitan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kali ini, seorang pemuda bernama SA (23), warga Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, mengalami luka serius di bagian tangan akibat insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Ledakan diduga berasal dari petasan rakitan yang dibuat korban bersama sejumlah temannya di lingkungan rumah.

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan barang bukti berupa dua karung petasan rakitan yang sebelumnya dipersiapkan untuk perayaan Lebaran. Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah korban, Tukiman mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui insiden tersebut setelah mendengar teriakan warga saat sedang bekerja di sawah.

ADVERTISEMENT

"Waktu dia bikin petasan, saya di sawah cari rumput. Saya dengar ada yang teriak, terus saya lari pulang, terus dibawa ke puskesmas," ujar Tukiman kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).

Ia menyebut, petasan tersebut dibuat oleh enam orang, termasuk anaknya yang berperan mengisi bahan ke dalam selongsong.

"Ledakannya keras, yang bikin petasan ada enam orang. Yang ngisi anak saya, yang lainnya ngecor tutupnya," jelasnya.

Menurut Tukiman, petasan tersebut rencananya akan digunakan untuk merayakan Lebaran dan bukan untuk diperjualbelikan. "Iya buat Lebaran, habis salat id, bukan buat dijual," tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 30 petasan berbagai ukuran yang dibuat. Namun, baru satu petasan berukuran kecil yang meledak dan menyebabkan korban terluka.

"Petasan banyak, ada 30-an. Yang meledak satu, yang kecil. Kejadiannya jam dua siang," ungkapnya.

Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka di kedua tangannya. Bahkan, jempol tangan kiri korban dilaporkan mengalami patah tulang.

Dokter jaga RSUD dr Harjono Ponorogo, dr Amanda Terry, mengatakan korban datang dalam kondisi sadar dengan sejumlah luka serius di bagian tangan.

"Pasien kondisi sadar penuh, ada luka di bagian tangan kiri dan lengan kanan," kata dr Amanda.

Ia menjelaskan, pada tangan kiri ditemukan luka terbuka, sementara tangan kanan mengalami luka bakar.

"Tangan kiri kita temukan luka terbuka, tangan kanan ada luka bakarnya," jelasnya.

Meski mengalami luka cukup serius, korban masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik. "Kondisi sadar, pasien bisa diajak komunikasi dengan baik," imbuhnya.

Selain itu, luka bakar yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar 5 hingga 6 persen dari total permukaan tubuh. Dokter juga memastikan tidak ada anggota tubuh yang putus, namun terdapat patah tulang pada jempol tangan kiri.

"Tangan tidak putus, cuma tulangnya ada yang patah di bagian jempol tangan kiri," terangnya.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap untuk penanganan lanjutan.

"Selanjutnya pasien akan kami rujuk untuk mendapatkan penanganan," pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuat maupun menggunakan petasan, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads