Meski sudah banyak menelan korban, tradisi bermain petasan saat Lebaran di Pamekasan masih banyak ditemukan. Salah satunya terjadi di Desa Badung, wilayah Proppo.
Di desa tersebut warga bahkan membuat petasan dengan ukuran yang sangat besar dan berbagai bentuk. Berbagai petasan itu kemudian diberi nama dari kapal Titanic, tugu Monas hingga rudal Iran.
Petasan-petasan jumbo itu kemudian diledakkan setelah salat id pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tak jarang saat meledakkan tersebut, warga menyiarkan secara live di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo tretan, ayo tretan, ini masih ada rudal Iran. Eman, jangan lupa ditonton," demikian suara perekam dalam siaran langsungnya di medsos.
Beragam komentar muncul dari warganet. Tak jarang, mereka mengingatkan bahaya dan keberadaan polisi. "Mana polisinya, sini enggak apa-apa. Suruh datang, tak kasi rokok," ujar netizen.
Salah satu warga setempat, Saiful (36), membenarkan peledakan petasan tersebut. Meski demikian tak semua warga setuju dengan tradisi yang dinilainya membahayakan itu.
"Saya sebagai warga sangat menyangkan terhadap tradisi mercon ini karena sangat membahayakan," kata Saiful.
Kekhawatiran Saiful cukup beralasan. Pasalnya, dalam seminggu ini telah ada 7 orang jadi korban luka akibat ledakan petasan. Rata-rata korban mengalami luka yang parah, bahkan ada yang telah diamputasi.
(ihc/abq)
