Sebuah video yang menampilkan truk memuat sound horeg diduga saat takbir keliling di Lamongan jadi sorotan. Pasalnya, rombongan sound horeg itu nekat membongkar pagar jembatan agar truk muat sound bisa lewat.
Dalam video yang beredar 28 detik, tampak pawai takbir keliling yang menggunakan sound system yang diangkut truk. Selain jalan kaki, sejumlah orang terlihat berada di atas truk sambil menyalakan flare berwarna merah, disertai asap tebal yang menyelimuti jalan.
Warga lainnya tampak menyaksikan dari pinggir jalan saat konvoi melintas di area permukiman. Namun saat hendak melewati jembatan truk tak bisa melintas karena banyaknya muatan sound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena hal ini, sejumlah orang lalu membongkar dinding pembatas jembatan agar bisa dilalui truk yang memuat sound horeg yang menyetel musik remix. Dalam keterangannya, peristiwa ini terjadi di Desa Dukuhtunggal, Kecamatan Glagah, Lamongan.
"Infonya sound system yang dipakai takbir keliling terlalu besar sampai bongkar jembatan (20/3/2026)," demikian keterangan video.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Dukuhtunggal, Zakaria memberikan klarifikasinya. Ia membantah terjadi perusakan tapi pembongkaran pembatas jembatan yang sebelumnya telah melalui izin dari pemerintah desa.
"Saya Zakaria, Kepala Desa Dukuhtunggal, menyampaikan klarifikasi terkait dengan perusakan-bukan jembatan itu, tapi pembatas jembatan,"kata Zakaria, Sabtu (21/3/2026).
Zakaria menjelaskan, kondisi jembatan tersebut memang sudah kurang layak dan terlalu sempit. Untuk itu, pihaknya membongkar untuk pembangunan ulang tahun ini.
Menurutnya, pembongkaran pembatas jembatan juga atas permohonan dari pihak panitia atau koordinator kegiatan, yang sebelumnya telah mengajukan izin kepada pemerintah desa. Pembongkaran itu dirasa perlu agar bisa dilalui pawai takbir keliling.
"Dua hari sebelum pelaksanaan, koordinator menyampaikan permohonan izin. Jika diperlukan, pembatas jembatan itu akan dibongkar. Kami dari pemerintah desa memberikan izin karena memang tahun ini akan dibangun," jelasnya.
"Karena memang kondisinya sempit dan itu bangunan lama, sekitar tahun 80-an, jadi memang sudah harus dibangun kembali," tambahnya.
(ihc/abq)