Unit Gegana Polda Jatim melakukan pemusnahan puluhan kilogram bubuk peledak petasan yang disita dari masyarakat. Petugas Gegana juga menghancurkan ratusan petasan yang siap ledak.
Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan mengatakan proses pemusnahan dilakukan di kawasan Gunung Cemenung, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
"Kami mengundang dari Gegana Brimob Polda Jatim dalam rangka untuk pemusnahan bahan peledak berupa petasan hasil dari tindakan kepolisian kita saat di bulan suci Ramadan. Selama kurang lebih 30 hari dari berbagai Polsek jajaran," kata Kompol Maga, Minggu (22/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 346 buah petasan berbagai ukuran serta bahan peledak berupa bubuk mesiu seberat 22,15 kilogram. Barang tersebut hasil sitaan Polsek Campurdarat, Tulungagung Kota, Besuki, Ngunut, Bandung, Gondang, Sumbergempol dan Polsek Boyolangu.
"Temuan paling banyak yaitu petasan yang berdiameter sekitar 10 cm dengan tinggi 25 cm. Itu ada sekitar puluhan ya, hampir 50, itu diamankan oleh Polsek Sumbergempol," jelasnya.
Proses pemusnahan dilakukan dengan pengaman ketat dari tim penjinak bom. Warga sekitar dilarang mendekat ke lokasi disposal. Untuk menghindari munculnya kedakan, petugas terlebih dahulu mengeluarkan bubuk mesiu yang telah tertanam dalam petasan. Selanjutnya diurai dengan puluhan kilogram bahan peledak lain.
Tim jibom selanjutnya membakar dengan bahan peledak tersebut dengan terkendali tanpa menimbulkan ledakan maupun efek ledakan besar.
Maga menambahkan, produksi petasan dam bahan peledak tersebut mayoritas dilakuan oleh pelaku yang masih anak-anak. Pada pelaku anak langsung dilakukan proses pembinaan dan dikembalikan ke orang tua masing-masing.
"Sementara itu untuk pelaku dewasa ada yang kami proses lebih lanjut dan kami naikkan ke tahap penyidikan," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan para pelaku memproduksi bubuk petasan sendiri dengan mencampurkan bahan baku yang dibeli secara daring. Mereka belajar meracik bahan peledak melalui media sosial.
"Pelaku beli bahan baku secara terpisah di marketplace," jelasnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak lagi memproduksi dan mengedarkan petasan karena dapat membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Hal ini terbukti di beberapa daerah telah jatuh korban jiwa dan luka akibat ledakan petasan.
"Untuk Tulungagung Alhmdulillah tahun ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materi," imbuh Maga.
(irb/dpe)