Begini Prejengan Rudal Majid Iran yang Telak Jatuhkan Jet Siluman Amerika

Kabar Internasional

Begini Prejengan Rudal Majid Iran yang Telak Jatuhkan Jet Siluman Amerika

Fitraya Ramadhanny - detikJatim
Minggu, 22 Mar 2026 13:00 WIB
Rudal AD-08 Majid milik Iran yang menjatuhkan jet tempur siluman F-35 dari Amerika
Rudal AD-08 Majid milik Iran yang menjatuhkan jet tempur siluman F-35 dari Amerika. (Foto: Times of Islamabad)
Surabaya -

Kemampuan F-35, jet tempur milik Amerika memang sangat canggih. Pesawat itu telah dilengkapi berbagai tekonolgi canggih yang menjadikannya seperti siluman. Tetapi di hadapan Rudal Iran, pesawat siluman AS itu jatuh juga dia. Seperti apa prejengan rudal Iran bernama Majid itu?

Seperti dilansir dari detikNews mengutip Times of Islamabad, Sabtu (21/3/2026) pihak Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) mengonfirmasi bahwa pihaknya lah yang menjadi dalang penembakan jet siluman milik AS itu hingga jatuh.

Sebaliknya, pihak Amerika mengatakan jet canggih mereka memang kena rudal Iran dan pesawat itu bisa mendarat darurat. Tapi masalahnya ini adalah F-35, jet tempur generasi kelima dengan teknologi siluman. Seharusnya pesawat itu bisa terbang tanpa ketahuan radar. Berarti kalau sampai kena rudal Iran, F-35 tidak sesiluman seperti yang dibibilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa penembakan pesawat siluman AS dengan rudal Iran ini diklaim sebagai pertama kalinya. Rudal Majid itu pasti bukan sembarang rudal karena sejumlah sumber menyebutkan bahwa rudal AD-08 Majid itu memang memiliki spesifikasi yang mengerikan.

ADVERTISEMENT

Rudal Majid adalah rudal yang debut sejak parade militer di Iran pada April 2021. Rudal itu dibuat oleh Defence Industries Organization milik Iran. Jarak jelajahnya mencapai 8 km dengan ketinggian jelajah mencapai 6 km. Hal itulah yang membuat rudal Majid cocok untuk melawan jet tempur di ketinggian rendah.

Peluncur rudal bisa dibawa dengan kendaraan taktis Aras-2 sehingga mudah dibawa dan dipindahkan ke tempat lain. Sistem peluncurnya maksimal bisa diisi 4-8 rudal. Setiap rudal beratnya 75kg, panjangnya 2,67 meter, dan diameternya 156mm.

Majid beroperasi tanpa memancarkan sinyal radar, melainkan mengandalkan sensor pasif yang meningkatkan daya tahannya terhadap peperangan elektronik. Majid menggunakan sistem panduan pelacak inframerah pencitraan pasif, yang sering digambarkan sebagai teknologi pencari panas.

Panduan ini mendeteksi radiasi inframerah yang secara alami dipancarkan oleh target tanpa mengirimkan sinyal apa pun yang dapat memperingatkan pesawat. Pencari inframerah pencitraan modern menggunakan susunan bidang fokus berpendingin untuk menciptakan citra termal terperinci dari target.

Rudal-rudal itu mengunci target pada bagian terpanas pesawat, biasanya pada bagian asap knalpot mesin atau area nosel. Tidak seperti rudal inframerah yang lebih tua, pencari target Majid membedakan antara suar umpan dan gangguan latar belakang dengan membandingkan bentuk dan tanda panas target dengan profil yang telah dimuat sebelumnya.

Karena itulah, meski F-35 Lightning II memiliki material penyerap radar canggih dan desain segi yang dioptimalkan untuk siluman frekuensi radio, ternyata pesawat itu masih menghasilkan output inframerah yang signifikan dari mesin Pratt & Whitney F135-nya.

Memang, F-35 mampu menggabungkan pendinginan knalpot dan pembentukan nosel untuk mengurangi tanda panasnya, tapi langkah-langkah itu ternyata terbukti kurang efektif pada jarak dekat atau aspek pertempuran tertentu.

Sifat pasif Majid berarti radar F-35 tidak memberikan peringatan dini selama pencegatan. Rekaman militer Iran yang dirilis setelah insiden tersebut menunjukkan peluncuran rudal tunggal diikuti oleh benturan, menunjukkan presisi tinggi dan kemungkinan penghematan amunisi Iran yang terbatas.

Baca selengkapnya di sini.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads