Kawasan pusat oleh-oleh legendaris di Kota Probolinggo yang dahulu menjadi jujukan utama pemudik pada libur Lebaran era 1990 hingga 2000-an kini terlihat tidak terlalu ramai. Bahkan bisa dibilang lokasi ini lebih sering sepi.
Pusat oleh-oleh itu berada di Jalur Pantura, tepatnya di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Dulu lokasi yang selalu dipadati pemudik menjadi sentra buah tangan khas Kota Mangga bagi keluarga di kampung halaman.
Seiring perkembangan zaman, kondisi itu perlahan berubah. Munculnya pusat oleh-oleh modern dan beroperasinya jalan tol di sisi selatan Probolinggo hingga Situbondo membuat jumlah pengunjung menurun drastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat ini, pedagang masih menjual berbagai produk khas seperti olahan mangga, jajanan berbahan tape, aneka kerupuk, serta berbagai makanan ringan khas daerah lainnya.
Salah satu pedagang, Lukman Hidayat mengaku penurunan jumlah pembeli sangat terasa, terutama sejak jalan tol mulai beroperasi dan mengalihkan arus kendaraan dari jalur Pantura.
"Lebaran tahun ini kondisinya sepi sekali. Faktor utamanya karena adanya jalan tol yang sekarang sudah tersambung sampai ke arah timur, Besuki hingga Situbondo. Pendapatan turun sangat drastis, pembeli hanya beberapa orang saja. Banyak pedagang yang akhirnya memilih tutup," ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Hal senada juga disampaikan Sumarni, pedagang lainnya, yang mengatakan kondisi Lebaran tahun ini jauh lebih sepi dibanding beberapa tahun lalu.
"Pendapatan turun sekali, tidak seperti tahun lalu. Biasanya H- dan H+ Lebaran ramai, sekarang tidak. Sekitar lima tahun lalu sebelum ada tol itu sangat ramai sampai jalan macet dan ada pengawalan polisi. Sekarang justru sepi dan lalu lintas lancar," katanya.
Tidak hanya pedagang, dampak penurunan pengunjung juga dirasakan juru parkir. Sumardi yang sudah 18 tahun bekerja di lokasi itu mengatakan jumlah kendaraan yang parkir menurun drastis dibandingkan masa lalu.
"Kalau dulu ramai sekali, sekarang sejak ada jalan tol sudah jauh berkurang. Ditambah dampak pandemi Covid-19 dulu juga sangat terasa. Tadi sejak jam 09.30 WIB, baru dua mobil yang parkir, kemarin hanya tiga mobil," ungkapnya.
Meski tidak seramai dulu, masih ada sejumlah pemudik yang menyempatkan diri mampir untuk bernostalgia sekaligus membeli oleh-oleh khas Probolinggo.
Para pemudik yang melintas di jalur Pantura Kota Probolinggo pun diharapkan tetap menyempatkan diri singgah di pusat oleh-oleh legendaris ini sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM lokal, sekaligus menjaga eksistensi sentra oleh-oleh khas daerah tersebut.
(irb/dpe)