Hari kemenangan yang seharusnya diselimuti kedamaian ternoda oleh aksi keributan. Jagat media sosial dihebohkan dengan video amatir yang merekam momen panas antar jemaah usai melaksanakan salat Idulfitri 2026 di Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, Surabaya.
Bukannya saling bermaaf-maafan, sejumlah jemaah justru terlibat aksi saling pukul di tengah kerumunan. Beruntung, emosi yang meledak tersebut berhasil diredam sebelum situasi semakin tidak terkendali.
1. Terjadi Saat Khotbah Berlangsung
Insiden ini pecah pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Saat itu, sebagian besar jemaah masih berada di lokasi untuk mendengarkan khotbah usai salat Id. Lokasi keributan berada di area luar atau tepatnya di badan Jalan Indrapura yang digunakan sebagai saf jemaah karena area dalam masjid sudah penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marbot Masjid Kemayoran Surabaya, Dedi Kurniawan, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama Lebaran.
"Saya gak tahu (secara langsung) kejadiannya, kebetulan tugas di dalam. Itu hari pertama Idulfitri 21 Maret 2026," kata Dedi kepada detikJatim, Minggu (22/3/2026).
2. Dipicu Salah Paham Soal HP
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, keributan ini tidak dipicu oleh masalah besar, melainkan kesalahpahaman antarpribadi. Ketegangan memuncak ketika salah satu pihak dituding mengambil ponsel milik jemaah lainnya.
Saling tuduh yang berujung pada adu mulut itu dengan cepat berubah menjadi kontak fisik.
"Awalnya salah paham. Gak ada korban, cuma sudah sampai tonjok-tonjokan. Si sebelah ini informasinya ngambil HP, ternyata si sebelah enggak terima. Sama-sama ngototnya," ungkap Dedi.
3. Melibatkan Pelajar SMP
Mirisnya, pelaku keributan yang terekam kamera tersebut diduga masih berusia remaja. Darah muda dan emosi yang belum stabil disinyalir menjadi penyebab mereka nekat melakukan aksi pemukulan di tempat ibadah dan di hari suci.
"Namanya anak-anak ya, SMP lah. Akhirnya enggak bisa nahan emosi," lanjut Dedi.
4. Dilerai Polisi dan Jemaah Lain
Dalam video yang beredar, tampak kerumunan jemaah lain langsung bergerak cepat untuk melerai kedua belah pihak yang bertikai. Aparat kepolisian yang berjaga untuk mengamankan jalannya salat Id juga langsung turun tangan menenangkan situasi.
Meski sempat memicu kepanikan dan mengganggu kekhusyukan jemaah lain, Dedi memastikan bahwa insiden tersebut tidak berbuntut panjang. Setelah dilerai, kondisi di sekitar Masjid Kemayoran kembali tenang.
"Alhamdulillah aman terkendali," tukas Dedi.
(irb/dpe)
