Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan hari Rabu di setiap pekan untuk Work From Home (WFH) bagi ASN di Pemprov Jatim. Wagub Jatim Emil Dardak menyebut, kebijakan WFH itu bisa menghemat BBM hingga 108.000 liter per pekan di Jatim.
"Mohon disesuaikan lagi angkanya tapi angka perhitungan kasar sekitar 108.000 liter," kata Emil di Surabaya, Rabu (25/3/2025).
Emil mengungkap, angka 108.000 liter didapat dari jumlah ASN di Jatim sebanyak 81.700 yang diasumsikan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk bekerja setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"81.700 ASN kalau asumsinya per ASN minimal menempuh 15 kilometer (sekali pergi, ditotal 30 kilometer pulang pergi) itu memang tingkat penghematannya bisa sampai 108.000 Liter. Kalau asumsinya naik motor dan kalau asumsinya 40 sampai 50 kilometer itu 1 sampai 2 Liter kalau naik motor. Nah, kalau asumsinya beda, saya tidak bisa meng-capture seluruh dari jenis-jenis kendaraan dan konsumsi BBM ya, karena masing-masing kendaraan beda soal perhitungan bahan bakar," jelasnya.
"Jadi inilah yang kemudian 108.000 liter artinya penghematannya. Kalau diasumsikan mereka seluruhnya 81.000 itu naik motor," tambahnya.
Meski begitu, Emil menyebut tidak semua ASN Pemprov Jatim bisa melakukan WFH. Sebab, ada ASN yang bertugas sebagai guru dan tenaga kesehatan, di mana dua posisi itu harus memberikan pelayanan langsung ke masyarakat.
"Sedangkan kita juga tahu ada 40 ribu lebih tenaga pendidik dan juga tenaga kesehatan yang kemudian mereka kalau tidak ada study from home ya pasti mereka tetap harus masuk," tegasnya.
"Tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan ini memang sudah didesain kerjanya dia itu adalah kerja piket. Nah, sehingga dan pelayanannya harus langsung ketemu masyarakat, enggak bisa daring, kecuali pendidikan. Tapi kita baru memperhatikan pernyataan dari Menko PMK bahwa tidak menerapkan pembelajaran secara daring tapi tetap luring begitu ya, jadi kita masih menunggu arahannya," tandasnya.
(abq/hil)
