Ini Sosok Penyedia Jasa Titip Nyekar Selama Ramadan-Lebaran di Surabaya

Ini Sosok Penyedia Jasa Titip Nyekar Selama Ramadan-Lebaran di Surabaya

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 25 Mar 2026 19:00 WIB
Muslim woman praying in cemetery - Rear view
Ilustrasi ziarah kubur. (Foto: Getty Images/Enes Evren)
Surabaya -

Layanan jasa titip (jastip) nyekar yang ditawarkan salah seorang warga di Surabaya viral di media sosial. Penyedia layanan menawarkan jasa yang terbilang unik, yakni layanan jastip atau jasa titip untuk nyekar, layanan yang biasanya ditawarkan hanya untuk pembelian barang, tiket, maupun antrean.

Sosok penyedia layanan Jastip Nyekar itu adalah Laifa Qodariyanti (27), pemilik akun Threads @laifaqr. Pegawai swasta yang merantau di Surabaya sejak 2017 itu mengunggah pengumuman jastip itu pada Minggu (8/3) di Threads.

Ide itu menurutnya muncul secara tidak sengaja. Laifa mengaku sempat melihat konten di medsos soal layanan serupa, lalu terinspirasi membuka jasa sendiri, terutama karena momen Ramadan dan Lebaran identik dengan tradisi ziarah makam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya lihat di media sosial ada ojol yang diminta tabur bunga di makam, terus langsung kepikiran, ini kan momen puasa dan Lebaran identik dengan tradisi nyekar. Saya pikir ini belum perna ada, jadi aku coba saja buka jastip untuk perantau yang belum bisa pulang," ujarnya kepada detikJatim, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, layanan ini rupanya berangkat dari pengalaman pribadi. Laifa adalah perantau asal Lampung sekaligus seorang anak yatim yang tidak selalu bisa pulang untuk berziarah ke makam sang ayah.

ADVERTISEMENT

"Sebagai anak rantau, saya tidak bisa pulang ke Lampung dan nyekar ke makam ayah saya. Jadi saya merasa relate, makanya tertarik membuka jastip ini," tambahnya

Atas pengalaman dan inspirasi yang dia dapatkan di media sosial itulah Laifa menawarkan jasa yang dia harapkan bisa membantu orang lain. Dia unggah penawaran itu Threads dan mendapatkan cukup banyak pesanan.

"OPEN JASTIP NYEKAR !! Bagi anak rantau yang ga kebagian mudik lebaran tapi ingin ke makam keluarga, jangan bersedih rek kalian bisa jastip nyekar di aku," demikian unggah pemilik akun @laifaqr dilihat detikJatim.

Dalam layanannya, Laifa menyediakan tabur bunga, pembersihan area makam, serta dokumentasi foto dan video sebelum dan sesudah dibersihkan. Ia juga menawarkan kirim doa dengan surah-surah pendek dan bacaan Yasin sebagai layanan tambahan.

"1. Tabur bunga di makam & 2. Kirim Doa (Al - Fatihah, Al - Ikhlas, An - Nas, Al - Falag) & 3. Pembersihan sekitar area makam / 4. Dokumentasi foto / video makam before - after tg. NOTE : boleh reguest baca Yasin ada tambahan biaya 50k," katanya.

Namun, unggahan itu cukup ramai dibanjiri komentar warganet. Tidak sedikit yang pro, banyak pula yang kontra. Sebagian pengguna menilai praktik ini seperti "jual beli agama".

Laifa mengaku dia sempat menerima saran dari warganet. Salah satunya dengan lebih memfokuskan pada perawatan makam dan doa secara umum serta tidak lagi menerapkan biaya tambahan untuk pembacaan Surah Yasin.

"Sekarang lebih fokus ke nyekar, tabur bunga, pembersihan area makam dan doa yang tulus aja, tidak saya jadikan tambahan berbayar," jelasnya.

Untuk tarif, Laifa mematok harga Rp50.000 untuk jarak hingga 10 kilometer dari lokasinya. Jika lebih jauh, dikenakan biaya tambahan transportasi.

Meski cukup banyak pesanan jastip nyekar yang masuk melalui akun medsos-nya, Laifa terpaksa membatasinya karena kesibukannya sebagai pekerja penuh waktu. Dia hanya menyanggupi sebagian pesanan.

"Yang DM lumayan banyak, tapi yang saya kerjakan baru belasan. Saya juga seleksi, misalnya kalau nama di batu nisan sudah tidak terlihat, kan susah dicari. Kalau nisannya masih terbaca dan aku masih kebingungan aku tanya ke juru kunci lokasi makamnya di mana," katanya.

Mayoritas pelanggan, lanjut Laifa, merupakan perantau yang tidak berada di Surabaya, baik karena bekerja di luar kota maupun sudah kembali setelah mudik. Meski tidak selalu menceritakan alasan secara rinci, mereka tetap ingin menjalankan tradisi ziarah.

Bahkan, kata Laifa, peminat jasa ini tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga luar daerah. Beberapa di antaranya sempat menanyakan kemungkinan layanan di wilayah Jabodetabek.

Menariknya, Laifa juga menerima pesanan untuk makam non muslim. Namun layanan yang diberikan terbatas pada tabur bunga dan pembersihan area makam.

"Kalau yang non muslim hanya minta tabur bunga dan bersihkan rumput. Tidak minta didoakan. Soalnya kan kalau beda server nanti nggak masuk kan kak doanya," jelas Laifa.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads