Perbaikan tanggul Sungai Sadar belum tuntas di tengah curah hujan yang masih tinggi membuat 3 desa di Mojokerto dihantui banjir. Mereka setidaknya 3 kali dilanda banjir sejak malam takbir atau H-1 Hari Raya Idul Firi.
Banjir salah satunya melanda Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Mojoanyar, Mojokerto. Warga setempat, Rahmat Ariyanto mengatakan, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar ini sudah 3 kali melanda kampungnya sejak malam takbir, Jumat (20/3).
Menurutnya, banjir sempat surut pada Sabtu (21/3) karena dibantu pompa penyedot air dari BPBD Jatim. Namun pada Minggu (22/3) terjadi banjir susulan sekitar pukul 01.00 WIB. Baru pada Senin (23/3) banjir benar-benar surut total.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin malam (24/3), banjir naik lagi sehabis Isya, tapi sebelum Isya itu air sudah mengalir ke persawahan," terangnya kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Pasang surut banjir di Dusun Kuripan, lanjut Rahmat, karena perbaikan tanggul Sungai Sadar yang belum tuntas. Sebab titik tanggul yang jebol cukup jauh dari jalan kampung. Sehingga 2 ekskavator digunakan mengangkut karung berisi tanah dari jalan kampung ke tanggul.
"Kalau hujan di atas (kawasan hulu Sungai Sadar), potensi banjir lagi karena masih terbuka lubang jebolnya. Hari ini tadi diupayakan pengangkutan tanahnya untuk tanggul, sepertinya besok sudah ditutup," ungkapnya.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin membenarkan banjir susulan terjadi karena perbaikan tanggul Sungai Sadar yang jebol belum tuntas. Sedangkan pembersihan sampah yang menyumbat pintu air (Dam) Tinggar Buntut selesai dikerjakan.
Sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB, kata Rinaldi, banjir yang merendam 56 rumah di Dusun Kuripan, surut total. Begitu pula banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari yang sempat merendam 65 rumah warga.
Di Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, banjir sempat merendam 120 rumah di Dusun Buntut dan 210 rumah di Dusun Tinggar. Sore tadi, banjir tersisa di jalan kampung sekitar 5-10 cm dan 6 hektare sawah.
"Pada pukul 16.00 WIB, genangan air Dusun Gembongan, baik di dalam rumah maupun di jalan desa telah surut total," jelasnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menambahkan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak banjir di Desa Jumeneng dan Tinggar Buntut. Yaitu berupa makanan tambahan gizi 40 dus, lauk pauk 79 dus, makanan siap saji 29 dus, serta makanan siap saji dari Kemensos 13 dus.
"Kami juga mengirim bantuan tandon untuk air bersih di Desa Tinggar Buntut sebanyak 2 buah," tandasnya.
(dpe/abq)
