Persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mulai dimatangkan. Struktur panitia inti telah dibentuk dengan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai ketua.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan pendahuluan seperti konferensi besar (konbes) dan musyawarah nasional (munas) alim ulama juga tengah disiapkan. Sejumlah nama tokoh NU pun telah ditunjuk untuk mengisi posisi strategis dalam kepanitiaan.
Berikut fakta-fakta terkait persiapan Muktamar NU 2026:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Panitia Inti Muktamar Sudah Terbentuk
Panitia inti untuk pelaksanaan Muktamar NU 2026 telah resmi dibentuk sebagai bagian dari persiapan awal, dengan struktur yang mulai dilengkapi sambil menunggu penyusunan agenda kegiatan pendukung seperti konbes dan munas alim ulama.
"Panitia inti (muktamar) sudah dibentuk. Insyaallah sebelum muktamar nanti akan diselenggarakan konferensi besar dan munas alim ulama," kata Gus Ipul saat berkunjung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu (29/3/2026).
2. Gus Ipul Dipercaya Jadi Ketua Panitia
Gus Ipul ditunjuk sebagai ketua panitia, tidak hanya untuk muktamar tetapi juga merangkap memimpin kepanitiaan konferensi besar dan munas alim ulama yang menjadi rangkaian penting sebelum muktamar digelar.
"Dan saya kebetulan dipercaya selaku ketua panitia konferensi besar dan munas alim ulama sekaligus nanti ketua panitia muktamar," imbuh pria yang juga menjabat Menteri Sosial itu.
3. Sejumlah Tokoh NU Masuk Struktur Kepanitiaan
Selain Gus Ipul, sejumlah tokoh NU turut mengisi posisi penting dalam kepanitiaan inti, mulai dari Steering Committee (SC) hingga Organizing Committee (OC) yang bertugas mengarahkan sekaligus mengeksekusi jalannya kegiatan.
Selain dirinya, sejumlah tokoh NU yang ditunjuk sebagai panitia inti muktamar antara lain Katib Am PBNU sebagai Steering Committee (SC) atau panitia pengarah, Mohammad Nuh sebagai sekretaris SC. Sementara itu, lanjut Gus Ipul posisi sekretaris Organizing Committee (OC) atau panitia pelaksana dipercayakan kepada Amin Said Husni.
4. Muktamar Diperkirakan Digelar Juli-Agustus 2026
Pelaksanaan Muktamar NU 2026 diproyeksikan berlangsung pada pertengahan tahun, yakni antara bulan Juli hingga paling lambat Agustus, sembari panitia terus menyusun materi yang akan dibahas dalam forum-forum pendahuluan.
"Sekarang kita lagi persiapan untuk melengkapi struktur kepanitiaan. Setelah itu kita akan menyusun materi untuk konbes dan munas sekaligus ini dijadikan materi untuk muktamar," tandasnya.
5. Lokasi Muktamar Masih Belum Diputuskan
Meski jadwal mulai mengerucut, lokasi penyelenggaraan muktamar hingga kini masih belum ditentukan karena banyak usulan yang masuk dan akan diputuskan melalui forum rapat internal PBNU.
"Belum, belum dirapatkan, belum diputuskan. Yang mengusulkan banyak tapi tentu nanti akan diputuskan melalui rapat," kata Gus Ipul saat berkunjung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu (29/3/2026).
6. Gus Ipul Buka Peluang Kader Maju Jadi Ketum PBNU
Gus Ipul mempersilakan seluruh kader terbaik NU untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU, mengingat penentuan akhir tetap berada di tangan para muktamirin yang memiliki hak suara dalam forum muktamar.
"Ya, semuanya bisa, siapapun boleh. Tapi yang menentukan kan nanti kita muktamirin, kalau memenuhi syarat kan," tandas pria yang juga menjabat sebagai menteri sosial itu.
7. Gus Ipul Mengaku Tak Pantas Maju Jadi Ketum
Meski membuka peluang bagi kader lain, Gus Ipul secara pribadi menyatakan tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU karena merasa tidak memiliki kapasitas yang cukup dibanding tokoh lainnya.
"Potongan saya pantas apa enggak? Banyak yang lain lah saya. Enggak ada potongan saya jadi ketua umum," ujar Gus Ipul saat berkunjung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu (29/3/2026).
Simak Video "Video: Gus Ipul Buka Suara Usai Kabar Rotasi dari Sekjen PBNU"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)